SOLOBALAPAN.COM – Timnas Indonesia telah menyelesaikan perjuangan panjang di Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia dengan hasil tragis, yakni gagal melaju ke putaran selanjutnya setelah menjadi juru kunci Grup B putaran keempat.
Kekalahan dari Arab Saudi (2-3) dan Irak (0-1) menutup mimpi besar Skuad Garuda menuju Piala Dunia 2026.
Kegagalan ini meninggalkan cerita panjang, termasuk dinamika pergantian pelatih dari Shin Tae-yong ke Patrick Kluivert di tengah jalan.
Sorotan besar tertuju pada Kluivert, yang dianggap tidak mampu mempertahankan keganasan Garuda di era sebelumnya.
Untuk menjawab siapa yang lebih unggul, berikut adalah perbandingan statistik dan rekor Timnas Indonesia di bawah kedua pelatih:
Perbandingan rekor dan statistik Timnas Indonesia era Shin Tae-yong vs Patrick Kluivert
SHIN TAE-YONG
- Pertandingan: 14
- Menang: 6
- Imbang: 4
- Kalah: 4
- Gol: 26
- Kebobolan: 17
Rekap Pertandingan Shin Tae-yong di Kualifikasi Piala Dunia 2026
Putaran Pertama:
- Timnas Indonesia 6-0 Brunei
- Brunei 0-6 Timnas Indonesia
Putaran Kedua:
- Irak 5-1 Timnas Indonesia
- Filipina 1-1 Timnas Indonesia
- Timnas Indonesia 1-0 Vietnam
- Vietnam 0-3 Timnas Indonesia
- Timnas Indonesia 0-2 Irak
- Timnas Indonesia 2-0 Filipina
Putaran Ketiga:
- Arab Saudi 1-1 Timnas Indonesia
- Timnas Indonesia 0-0 Australia
- Bahrain 2-2 Timnas Indonesia
- China 2-1 Timnas Indonesia
- Timnas Indonesia 0-4 Jepang
- Timnas Indonesia 2-0 Arab Saudi
PATRICK KLUIVERT
- Pertandingan: 6
- Menang: 2
- Imbang: 0
- Kalah: 4
- Gol: 5
- Kebobolan: 15
Rekap Pertandingan Patrick Kluivert di Kualifikasi Piala Dunia 2026
Putaran Ketiga:
- Australia 5-1 Timnas Indonesia
- Timnas Indonesia 1-0 Bahrain
- Timnas Indonesia 1-0 China
- Jepang 6-0 Timnas Indonesia
Putaran Keempat:
- Timnas Indonesia 2-3 Arab Saudi
- Irak 1-0 Timnas Indonesia.
Berdasarkan data statistik Kualifikasi Piala Dunia 2026, Shin Tae-yong jelas unggul dengan persentase kemenangan 42,9 persen, jauh di atas Kluivert (33,3 persen).
Analisis Era Shin Tae-yong: Sejarah dan Konsistensi
Shin Tae-yong memimpin Timnas dalam 14 pertandingan, termasuk seluruh Putaran Pertama dan Kedua, serta sebagian Putaran Ketiga.
Pencapaian Kunci: Shin Tae-yong berhasil membawa Timnas Indonesia meraih kemenangan bersejarah 2-0 atas Arab Saudi pada Putaran Ketiga Kualifikasi (November lalu), dengan brace Marselino Ferdinan. Ia juga mencatat kemenangan telak melawan Vietnam (3-0) dan Brunei (6-0).
Keunggulan: Rekor Shin Tae-yong terlihat superior dalam jumlah kemenangan dan efektivitas serangan (26 gol dicetak).
Analisis Era Patrick Kluivert: Lawan Berat dan Minim Poin
Patrick Kluivert hanya mencatatkan dua kemenangan dari enam pertandingan (melawan Tiongkok dan Bahrain, masing-masing 1-0).
Empat laga lainnya berakhir dengan kekalahan, dan Garuda tidak pernah sekalipun mendapatkan hasil imbang di bawah pelatih Belanda ini.
Tantangan: Lawan yang dihadapi Kluivert (Australia, Jepang, Arab Saudi, Irak) di Putaran Ketiga dan Keempat memang memiliki ranking FIFA yang lebih tinggi dan dikenal lebih kuat.
Ironi: Meskipun skuad Garuda di era Kluivert sudah diperkuat pemain-pemain naturalisasi baru seperti Ole Romeny, Emil Audero, Dean James, Joey Pelupessy, Mauro Zijlstra, dan Miliano Jonathans, penambahan amunisi ini tidak mampu diterjemahkan menjadi raihan poin di laga krusial.
Kesimpulan Statistik
Statistik menunjukkan bahwa Shin Tae-yong memiliki rekor yang lebih baik dan lebih stabil dalam rangkaian Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Kegagalan Timnas Indonesia untuk mengamankan tiket di Putaran Keempat, di tengah pergantian pelatih dan penambahan pemain baru, menjadi sorotan besar yang membuat Patrick Kluivert dituntut bertanggung jawab oleh warganet. (dam)
Editor : Damianus Bram