SOLOBALAPAN.COM - Mimpi Timnas Indonesia untuk berlaga di Piala Dunia 2026 harus terkubur.
Kekalahan tipis 0-1 dari Irak, Minggu (12/10/2025) dini hari, memastikan Skuad Garuda tersingkir.
Namun, di tengah duka yang menyelimuti para pendukung di Tanah Air, publik sepak bola China justru dilaporkan merasa gembira atau "girang".
Media-media di China menyoroti kegagalan Indonesia ini sebagai sebuah "berkah tersembunyi" dan bahkan memuji kepemimpinan wasit asal negara mereka, Ma Ning, yang memimpin laga penentuan tersebut.
'Berkah Tersembunyi bagi China'
Seperti diketahui, Timnas China sebelumnya disingkirkan oleh Indonesia di putaran ketiga kualifikasi.
Kegagalan Indonesia di putaran keempat ini pun seolah menjadi "balas dendam" yang manis bagi mereka.
Salah satu media China, 163.com, secara terbuka mengungkapkan kelegaan mereka.
"Tim kuda hitam Asia gagal ke Piala Dunia, sebuah berkah tersembunyi bagi tim sepak bola putra China dan para penggemar merasa lega," tulis laporan media tersebut.
"Bagi tim sepak bola putra China, tersingkirnya Timnas Indonesia sebenarnya merupakan berkah tersembunyi," lanjutnya.
Wasit Ma Ning Jadi 'Pahlawan'
Sorotan media China tidak hanya tertuju pada hasil akhir, tetapi juga pada sosok wasit Ma Ning.
Kepemimpinannya yang kontroversial dan "royal" dalam mengeluarkan kartu dinilai sebagai representasi kekuatan China di lapangan.
Dalam laga melawan Irak, wasit berusia 46 tahun ini mengeluarkan total tujuh kartu kuning dan satu kartu merah yang mayoritas merugikan Timnas Indonesia.
Keputusan-keputusannya berulang kali diprotes oleh kapten Jay Idzes dan para pemain lainnya.
Bagi publik China, Ma Ning dianggap sebagai "perwakilan" mereka yang berhasil "menuntaskan tugas" di putaran keempat.
Kilas Balik Kegagalan di Jeddah
Perjuangan Timnas Indonesia di putaran keempat ini berakhir tanpa satu poin pun.
-
vs Arab Saudi: Kalah tipis 2-3.
-
vs Irak: Kalah 0-1 melalui gol tunggal mantan pemain Manchester United, Zidane Iqbal.
Hasil ini membuat Indonesia finis sebagai juru kunci Grup B.
Rivalitas yang Semakin Panas
Reaksi dari publik China ini menambah babak baru yang lebih panas dalam rivalitas sepak bola antara Indonesia dan China.
Di saat Indonesia berduka, kegembiraan yang ditunjukkan oleh media China, yang diperparah oleh kepemimpinan wasit yang kontroversial, dipastikan akan meninggalkan luka dan memori pahit yang akan terus diingat dalam pertemuan-pertemuan kedua negara di masa mendatang. (did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo