SOLOBALAPAN.COM – Penyerang muda Timnas Indonesia, Mauro Zijlstra, mencurahkan isi hatinya pasca kegagalan skuad Garuda melaju ke Piala Dunia 2026.
Pemain berusia 20 tahun itu tampak sangat patah hati dan sulit menerima kenyataan pahit bahwa impian besar yang sudah di depan mata harus pupus tragis.
Nasib tragis dialami Timnas Indonesia setelah menelan kekalahan kedua di Grup B putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.
Setelah takluk dari Arab Saudi (2-3), Garuda menyerah 0-1 dari Irak di Stadion King Abdullah Sport City, Jeddah, Minggu (12/10/2025) dini hari WIB.
Kekalahan tersebut membuat Timnas Indonesia dipastikan menjadi juru kunci Grup B dengan nol poin, sekaligus mengubur impian lolos ke Piala Dunia 2026.
Curhatan Emosional Striker FC Volendam
Sebagai salah satu pemain muda, kegagalan ini sangat memukul Mauro Zijlstra. Melalui Instagram pribadinya, ia mengungkapkan kekecewaannya yang mendalam.
“20 tahun dan mengalami ini. Saya sudah memberikan segalanya di lapangan dan akan terus melakukannya setiap kali membela negara saya," tulis Mauro Zijlstra.
Zijlstra, yang memperkuat FC Volendam di Liga Belanda Eredivisie, memang tampil sebagai starter saat melawan Irak.
Ia sempat mencatatkan dua peluang besar yang sayangnya gagal membuahkan gol, sebelum akhirnya digantikan Ole Romeny di pertengahan babak kedua.
“Sulit untuk memproses ini, tapi kita harus move on. Terima kasih atas semua dukungannya,” tutup Mauro, menunjukkan tekad untuk bangkit di masa depan.
Banjir Dukungan dari Warganet
Curahan hati Mauro Zijlstra ini mengundang perhatian dan dukungan hangat dari warganet serta penggemar Timnas Indonesia. Mereka yakin Zijlstra masih punya masa depan panjang bersama Garuda.
“Kembali lagi ketika umur 25 dengan lebih ganas bro,” tulis warganet.
“Tingkatkan lagi finishingmu bro. Kamu masih 20 tahun,” kata warganet lain.
“Kami sangat bangga padamu, Mauro. Timnas punya striker bagus untuk masa depan. Terima kasih untuk telah memilih Indonesia,” kata akun pemainketurunan.id.
Zijlstra memang masih punya panggung dan kesempatan besar di masa depan, termasuk Kualifikasi Piala Dunia 2030, di mana usianya akan berada di usia emasnya sebagai striker. (dam)
Editor : Damianus Bram