SOLOBALAPAN.COM – Mimpi Timnas Indonesia untuk menapaki panggung Piala Dunia 2026 sirna setelah takluk 0-1 dari Irak di Stadion King Abdullah Sports City, Jeddah, Minggu (12/10/2025) dini hari WIB.
Gol tunggal Zidane Iqbal di menit ke-76 menjadi penentu kekalahan, sekaligus memastikan langkah skuad Garuda di Kualifikasi zona Asia terhenti.
Meskipun kekalahan merupakan hasil kolektif, satu momen paling disorot adalah kesalahan Rizky Ridho yang terlibat dalam proses terciptanya gol Irak.
Bek Persija itu dianggap gagal mengamankan bola di wilayahnya sendiri, memberikan ruang bagi pemain Irak untuk merebut bola dan menuntaskan peluang.
Namun, di balik kesalahan fatal tersebut, penampilan Rizky Ridho sejatinya tidak buruk sepanjang laga.
Statistik Rizky Ridho: Kerja Keras yang Tertutupi Blunder
Blunder yang berujung gol memang tak terhapuskan, namun statistik Rizky Ridho (rating 6.7 versi Fotmob) menunjukkan kerja kerasnya menahan gempuran lawan:
- Kontribusi Pertahanan: Total 14 kontribusi pertahanan yang dicatatnya.
- Detail Aksi: Termasuk 4 kali tekel, 1 blok tembakan, 6 sapuan, 3 intersep, dan 3 recoveries.
Angka tersebut membuktikan bahwa dalam duel fisik dan tekanan tinggi dari lini depan Irak, Ridho tetap berjuang dengan determinasi.\
Dalam sepak bola, satu blunder memang bisa menutupi seribu kontribusi, namun perjuangannya tetap layak diapresiasi.
Tiga Pilar yang Tampil Menonjol
Di tengah kekecewaan, tiga pemain Timnas Indonesia tampil menonjol dan menjadi kunci permainan Garuda:
Calvin Verdonk (Rating 7.2): Bek serbabisa ini tampil garang di sisi kiri pertahanan, aktif dalam duel udara, dan mencatat delapan kontribusi pertahanan, dua blok, dan enam recoveries.
Ia bahkan menerima kartu kuning karena pelanggaran taktis yang menyelamatkan gawang dari situasi berbahaya.
Jay Idzes (Rating 7.2): Kapten Timnas dan bek Sassuolo ini tampil tenang, disiplin, dan menjadi benteng kokoh yang sulit ditembus.
Ia mencatat lima kontribusi pertahanan, tiga sapuan, dan enam recoveries, menegaskan statusnya sebagai pilar utama.
Thom Haye (Rating 7.0): Gelandang yang dijuluki sang profesor ini menjadi motor utama serangan.
Ia tercatat sebagai pemain yang paling banyak menciptakan peluang (tiga kali) dan delapan kali mengirim umpan kunci di sepertiga area permainan Irak.
Kekalahan ini memang pahit, namun skuad muda asuhan Patrick Kluivert telah menunjukkan perkembangan signifikan, meskipun harus menunda ambisi menuju Piala Dunia 2026. (dam)
Editor : Damianus Bram