SOLOBALAPAN.COM - Timnas Indonesia harus menelan kekalahan pahit 2-3 dari tuan rumah Arab Saudi dalam laga perdana putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026, Kamis (9/10/2025) dini hari.
Meskipun Kevin Diks berhasil mencetak dua gol penalti, kekalahan ini tak terhindarkan akibat beberapa kesalahan fatal dari para pemain sendiri.
Berdasarkan data statistik dari Sofascore, tiga pemain dengan rating terendah di laga ini ironisnya berasal dari klub-klub BRI Super League.
Berikut adalah ulasannya.
1. Yakob Sayuri (Malut United) - Rating: 5.8
Pemain sayap dari Malut United ini menjadi pemain dengan rating terendah di antara para starter.
Penampilannya dinilai sangat mengecewakan karena ia terlibat langsung dalam dua gol yang bersarang di gawang Indonesia.
-
Blunder Pertama: Melakukan pelanggaran tidak perlu di dalam kotak penalti pada menit ke-34 yang berbuah gol kedua bagi Arab Saudi.
-
Blunder Kedua: Gagal menjaga pemain lawan dengan baik saat proses terjadinya gol ketiga Arab Saudi.
2. Marc Klok (Persib Bandung) - Rating: 6.0
Gelandang senior Persib Bandung ini juga tampil di bawah standar.
Ia membuat blunder fatal yang menjadi penyebab lahirnya gol pertama Arab Saudi.
-
Blunder Fatal: Gagal melakukan sapuan bola dengan sempurna di area pertahanan, yang membuat bola jatuh ke kaki pemain lawan dan berujung gol.
Ia juga dinilai lambat dalam menutup ruang tembak.
3. Beckham Putra (Persib Bandung) - Rating: 6.1
Dipasang sebagai winger kiri, Beckham Putra kesulitan untuk memberikan dampak signifikan.
Ia jarang melakukan tusukan berbahaya dan terlihat kewalahan saat harus membantu pertahanan.
Performanya yang kurang maksimal membuatnya ditarik keluar pada awal babak kedua dan digantikan oleh Eliano Reijnders.
Catatan Lainnya
Di sisi lain, pemain dengan rating tertinggi di laga ini adalah Kevin Diks (8.0) yang tampil solid di pertahanan dan sukses mengeksekusi dua tendangan penalti.
Sementara itu, dari barisan pemain pengganti, Ole Romeny yang baru pulih dari cedera mendapat rating terendah (6.0) setelah gagal mengonversi beberapa peluang.
Evaluasi Menuju Laga vs Irak
Kekalahan ini menunjukkan bahwa di level tertinggi Asia, kesalahan individu sekecil apapun akan dihukum dengan mahal.
Para pemain, terutama yang berasal dari liga domestik, dituntut untuk bisa meningkatkan konsentrasi dan level permainan mereka saat Timnas Indonesia melakoni laga hidup-mati berikutnya melawan Irak. (did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo