Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Maarten Paes Luar Biasa! Timnas Indonesia Bisa Saja Kebobolan 10 Gol Saat Lawan Arab Saudi, Kiper FC Dallas Ini Catat 7 Save

Damianus Bram • Kamis, 9 Oktober 2025 | 18:02 WIB
Maarten Paes tampil ciamik saat Timnass Indonesia kalah 2-3 dari Arab Saudi.
Maarten Paes tampil ciamik saat Timnass Indonesia kalah 2-3 dari Arab Saudi.

SOLOBALAPAN.COM – Laga perdana Timnas Indonesia di putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia melawan Arab Saudi menyisakan satu nama yang bersinar terang, yakni Maarten Paes.

Kiper berusia 26 tahun itu tampil heroik di Stadion King Abdullah Sports City, Jeddah, Kamis (9/10/2025), meski skuad Garuda dipaksa tunduk dengan skor akhir 2-3.

Pertahanan Timnas yang keropos membuat Paes bekerja ekstra keras sepanjang laga.

Analisis pasca-pertandingan menunjukkan bahwa jika bukan karena refleks luar biasa dan keberanian kiper FC Dallas itu, Indonesia bisa saja kebobolan dua kali lipat dari hasil akhir.

Rapor Penyelamatan Fantastis di Tengah Badai Serangan

Sejak menit awal, Arab Saudi tampil menekan dengan agresif, menargetkan lini belakang Garuda yang terlihat goyah akibat miskomunikasi dan kehilangan posisi.

Di tengah tekanan tanpa henti, Maarten Paes menjadi satu-satunya alasan mengapa skor tidak beranjak lebih parah.

Total, ia mencatat tujuh penyelamatan penting, termasuk empat diving save yang menggagalkan peluang emas lawan di dalam kotak penalti.

Aksi terbaiknya terjadi pada menit ke-71 saat menepis sundulan keras Al-Buraikan dari jarak lima meter.

Refleks cepat Paes membuat bola yang seharusnya gol berubah arah hanya beberapa sentimeter dari garis gawang.

Bahkan, dua kali ia harus melakukan punch untuk menghalau umpan silang berbahaya yang mengancam di area udara.

Satu high claim yang berhasil pada menit ke-80 menunjukkan ketenangannya dalam menghadapi tekanan pemain Arab Saudi yang lebih tinggi dan kuat secara fisik.

Pelatih Patrick Kluivert pun memberikan pujian tinggi untuk Paes.

“Saya perlu memberikan pujian untuk penjaga gawang karena dia memainkan permainan yang fantastis hari ini,” ujar Kluivert usai pertandingan, menyebut Paes sebagai alasan utama Indonesia tetap bersaing.

Dua Gol Penalti Kevin Diks dan PR Besar Pertahanan

Meskipun Paes tampil di level tinggi (dengan 50 sentuhan bola, 14 recoveries, dan akurasi umpan yang baik), performa gemilangnya tak cukup menutupi kelemahan pertahanan timnas.

Di awal pertandingan publik Tanah Air sempat bersorak ketika Kevin Diks membuka keunggulan lewat titik putih di menit ketujuh setelah handball yang dilakukan pemain belakang Arab Saudi di kotak penalti

Sayangnya, euforia itu tak berlangsung lama. Kesalahan fatal Marc Klok dalam membuang bola pada menit ke-17 berbuah gol penyama kedudukan dari Waheb Saleh yang dengan tenang menaklukkan Paes dari jarak dekat.

Gol itu menjadi titik balik permainan. Arab Saudi semakin agresif menekan lini belakang Garuda yang terlihat goyah.

Bek sayap Yakob Sayuri bahkan melakukan pelanggaran di kotak penalti pada menit ke-36 yang berujung penalti untuk tuan rumah.

Firas Al-Buraikan sukses mengeksekusi bola ke sisi kanan gawang, membuat Paes tak berdaya.

Skor 2-1 bertahan hingga turun minum, dengan statistik menunjukkan dominasi penuh Arab Saudi dalam penguasaan bola dan peluang.

Meski tertinggal, Indonesia masih mencoba membangun serangan di babak kedua. Namun transisi dari bertahan ke menyerang terlihat kacau dan sering kehilangan bola di area sendiri.

Kelemahan koordinasi lini belakang terlihat jelas ketika Mohamed Kanno mencetak gol ketiga untuk Arab Saudi pada menit ke-62.

Gol itu berawal dari umpan silang yang gagal diantisipasi duet bek tengah Indonesia.

Di tengah tekanan tanpa henti, Maarten Paes menjadi satu-satunya alasan skor tak beranjak lebih parah

Dua gol Indonesia semuanya lahir dari tendangan penalti melalui kaki Kevin Diks (menit ke-7 dan ke-88), yang menjadi eksekutor dingin, menutup laga dengan skor 3-2.

Kekalahan ini menjadi peringatan keras menjelang laga berikutnya melawan Irak.

Setelah pertandingan, sejumlah pengamat memuji mentalitas tim yang tak menyerah hingga akhir.

Namun hampir semua sepakat jika sektor pertahanan menjadi PR besar bagi Kluivert sebelum laga berikutnya di Grup B.

Dengan lawan-lawan berat seperti Irak sudah menanti, kebobolan tiga gol dari Arab Saudi bisa menjadi peringatan keras.

Apalagi dalam sistem poin grup, selisih gol akan sangat menentukan peluang menuju putaran final Piala Dunia 2026.

Kluivert diyakini akan melakukan evaluasi besar-besaran di lini belakang, karena dalam sistem poin grup Kualifikasi Piala Dunia, selisih gol akan sangat menentukan peluang. (dam)

 

Editor : Damianus Bram
#Maarten Paes #Timnas Indonesia vs Arab Saudi #patrick kluivert #kualifikasi piala dunia 2026 #Kevin Diks