SOLOBALAPAN.COM – Insiden horor menimpa pemain muda Persikad Depok, Bil'asqan Hi Tenang, yang kolaps dan kejang di lapangan saat melawan PSPS Pekanbaru dalam lanjutan Grup Barat Championship 2025/2026.
Menanggapi kejadian yang mengancam nyawa tersebut, pemilik Persikad Depok, Abdullah Alatas, angkat bicara dan menegaskan komitmen penuh manajemen klub.
Insiden itu terjadi di Stadion Pakansari, Cibinong, Jawa Barat, pada Sabtu (4/10/2025). Pemain berusia 19 tahun itu terlibat benturan keras saat duel udara dengan pilar asing tim tamu, Jeferson.
Tabrakan keras itu membuat Bil'asqan terkapar dan sempat mengalami kejang, hingga harus dilarikan ke rumah sakit dengan ambulans.
Pemulihan dan Keselamatan Bili Prioritas Utama
Abdullah Alatas menyebut insiden yang dialami Bil'asqan sebagai peristiwa yang sangat serius. Manajemen Serigala Margonda itu menaruh perhatian khusus pada pemainnya.
“Insiden yang menimpa Bili adalah peristiwa yang sangat serius dan mengancam nyawanya. Beliau bukan hanya pemain yang sangat bertalenta di lapangan namun pribadi yang sangat berkomitmen dan dicintai seluruh rekan-rekan yang di Persikad,” kata Abdullah Alatas dalam keterangan resmi Persikad, Senin (6/10/2025).
Abdullah menambahkan, pemulihan dan keselamatan Bil'asqan saat ini menjadi prioritas utama, bahkan disebut lebih penting daripada prestasi tim di Championship 2025/2026.
Baca Juga: Peluang Lolos Langsung! 6 Skenario Timnas Indonesia Juara Grup B Kualifikasi Piala Dunia 2026
“Di atas segalanya, kesehatan dan pemulihan Bili sebagai manusia jauh lebih penting dari apapun, termasuk prestasi dan performa di lapangan,” tegas Abdullah.
Manajemen Persikad Depok pun berkomitmen penuh menanggung seluruh biaya.
“Kami sebagai manajemen dan pemilik klub Persikad Depok berkomitmen penuh untuk menanggung seluruh tanggung jawab, baik secara finansial maupun praktik terkait dengan penanganan kondisi Bili,” tambahnya.
Kondisi Terakhir: Gegar Otak dan Perawatan Intensif
Hingga Senin (6/10/2025), belum ada perkembangan terbaru terkait kondisi Bil'asqan, namun tim medis Persikad sempat mengungkapkan bahwa sang pesepak bola sudah dalam keadaan stabil dan sadar.
Dokter tim Persikad, dr. Ririn Budiarti, menyebut diagnosa sementara adalah kontusio cerebri (gegar otak).
“Bili saat ini dalam kondisi stabil 90 dengan kesadaran penuh, tapi masih dalam perawatan intensif dengan diagnosa kontusio cerebri (gegar otak),” tutur dr. Ririn.
Perawatan intensif ini dilakukan untuk memantau memar pada otak dan perdarahan subdural hematoma yang masih bisa ditangani dengan obat-obatan.
Abdullah Alatas berjanji, tim medis akan mendampingi seluruh proses rehabilitasi Bil'asqan agar sang pemain bisa pulih sepenuhnya. (dam)
Editor : Damianus Bram