SOLOBALAPAN.COM - Nasib tragis menimpa salah satu pemain naturalisasi Timnas Malaysia, Rodrigo Holgado.
Setelah dijatuhi sanksi larangan bermain selama satu tahun oleh FIFA, kini ia juga harus menerima kenyataan pahit: klubnya di Kolombia, America de Cali, secara resmi menghentikan pembayaran gajinya.
Pemain kelahiran Argentina ini dilaporkan telah terbang ke Malaysia untuk mencoba menyelesaikan masalah yang mengancam kariernya tersebut.
'Cuti Tanpa Gaji' dari Klub
Menyusul sanksi berat dari FIFA, America de Cali mengambil langkah tegas.
Dalam pernyataan resminya, klub papan atas Liga Kolombia tersebut mengonfirmasi bahwa mereka telah memberikan cuti tanpa gaji kepada Holgado.
"Rodrigo Holgado telah mengajukan dan telah diberikan cuti tanpa gaji untuk kembali ke Malaysia. Ini untuk menangani situasi terkait sanksi yang dijatuhkan kepadanya," tulis pernyataan tersebut, seperti dilansir dari Harian Metro.
Langkah ini secara efektif membuat Holgado kini berada dalam status "mengambang", dilarang bermain dan tidak menerima pendapatan dari klub profesionalnya.
Terbang ke Malaysia untuk Cari Solusi
Menurut laporan New Straits Times, Rodrigo Holgado kini telah berada di Malaysia bersama agennya.
Tujuannya adalah untuk mencari kejelasan dan solusi atas sanksi FIFA yang menimpanya akibat kasus pemalsuan dokumen naturalisasi oleh Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM).
Karier Singkat yang Berakhir Pahit
Sebelum skandal ini meledak, Rodrigo Holgado sempat menjadi andalan baru di lini depan Harimau Malaya.
Ia bahkan berhasil mencetak satu gol dalam laga melawan Vietnam pada 10 Juni lalu, sebuah kemenangan yang kini telah dibatalkan oleh FIFA dan diubah menjadi kekalahan 0-3.
Kisah Pilu Korban Kelalaian Federasi
Kisah Rodrigo Holgado menjadi cerminan dari dampak paling buruk sebuah skandal administrasi.
Seorang pemain yang didatangkan untuk membela negara, kini justru menjadi korban utama dari kelalaian federasinya sendiri.
Tanpa bisa bermain dan tanpa gaji, karier sepak bolanya kini berada di ujung tanduk, menanti hasil dari proses banding yang diajukan oleh FAM. (did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo