Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Buntut Pemecatan Kahudi Wahyu, Suporter PSIS Ngamuk ke Manajemen: "Pemain Pelatih Bisa Datang dan Pergi, Hanya Yoyok yang Abadi"

Damianus Bram • Rabu, 1 Oktober 2025 | 20:12 WIB
Wareng (kiri) bersama Yoyok Sukawi.
Wareng (kiri) bersama Yoyok Sukawi.

SOLOBALAPAN.COM – Keputusan manajemen PSIS Semarang memecat Kahudi Wahyu sebagai pelatih kepala pada Rabu (30/9/2025) langsung memicu gelombang reaksi keras dari para pendukung Laskar Mahesa Jenar.

Pemecatan ini dilakukan setelah PSIS menelan tiga kekalahan beruntun di Championship (dari Persiku Kudus 0-4, Persipura Jayapura 0-2, dan Persiba Balikpapan 1-2).

Untuk sementara, posisi pelatih kepala akan diisi oleh asisten pelatih Ega Raka Galih.

Namun, keputusan ini justru menimbulkan kritik tajam yang bukan hanya soal teknis di lapangan, tetapi juga soal arah kebijakan klub.

Sindiran Keras Panser Biru: Yoyok yang Abadi

Kepareng atau yang akrab disapa Wareng, Ketua Umum Panser Biru, menyampaikan sindiran keras melalui akun Instagram pribadinya, @kepareng_wareng.

Kritik tersebut secara terang-terangan ditujukan kepada manajemen, khususnya kepada CEO PSIS Semarang, Yoyok Sukawi.

“Pemain pelatih bisa datang dan pergi, hanya Yoyok yang abadi. Setelah kemarin mengkambinghitamkan ex pemain, terus suporter yang boikot, sekarang pelatih. Padahal itu semua yang milih kamu sendiri. Yoh kaya yoh,” tulis Wareng dalam unggahannya.

Unggahan Wareng tersebut mendapat banyak tanggapan dari suporter PSIS yang juga geram dengan kondisi tim.

Komentar warganet memperkuat narasi Wareng bahwa masalah utama PSIS bukan semata pada pelatih atau pemain, melainkan pada manajemen yang dianggap tidak serius dalam mempersiapkan tim.

“Aslinya penyakit PSIS itu di Yoyok tok,” tulis @andidokil.

“Ayo lekas bergerak, penyakitnya PSIS cuma orang itu,” timpal @dwirmdni_.

Bahkan, ada suporter yang mengingatkan pernyataan Kahudi sebelum musim dimulai:

“Bukannya statement pelatih sebelum musim berjalan, dia kurang puas dengan rekrutmen pemain. Tapi dia pasrah tidak dikasih pemain lagi. Ngerusak CV pelatih saja,” tulis @arifinabd.f.

Diskusi di kolom komentar menunjukkan bahwa mayoritas suporter Panser Biru melihat kekalahan beruntun PSIS sebagai hasil dari buruknya strategi perekrutan pemain (grade C) serta minimnya dukungan manajemen dalam mempersiapkan tim, bukan salah Kahudi Wahyu semata.

Manajemen Belum Respons Kritik Pedas Suporter

Pemecatan Kahudi sekaligus menambah daftar pelatih di Championship yang dipecat, menyusul pelatih PSPS Riau Ilham Romadhona yang juga mundur.

Hingga kini, manajemen PSIS belum memberikan keterangan resmi lebih lanjut terkait kritik yang ramai di media sosial.

Fokus manajemen saat ini tertuju pada persiapan menghadapi pertandingan melawan Barito Putera pada Sabtu (4/9/2025).

Publik dan suporter kini menanti apakah pergantian pelatih kali ini benar-benar bisa menjadi titik balik kebangkitan Mahesa Jenar, atau justru memperkuat anggapan bahwa masalah utama klub masih bersumber dari ketidakprofesionalan manajemen.

Bagi Panser Biru, dukungan kepada tim tetap diberikan, tetapi kritik keras kepada manajemen tampaknya akan terus mengiringi langkah PSIS selama belum ada perubahan nyata di tubuh klub. (dam)

Editor : Damianus Bram
#Kahudi Wahyu #suporter #yoyok sukawi #panser biru #psis #Yoyok yang Abadi #wareng