SOLOBALAPAN.COM - Kabar mengejutkan datang dari calon lawan Timnas Indonesia di putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026, Arab Saudi.
Tim raksasa Asia Barat tersebut dilaporkan tengah berada dalam periode sulit dan mengalami krisis kepercayaan diri yang serius.
Seorang pakar sepak bola terkemuka Arab Saudi, Abdulaziz Al-Ghiama, secara terbuka mengungkap bahwa skuad asuhan Herve Renard sedang tidak stabil, baik secara teknis maupun moral.
Situasi ini dinilai bisa menjadi "celah" bagi Timnas Indonesia untuk membuat kejutan.
Penyebab Krisis: Minimnya Menit Bermain Para Pemain di Klub
Menurut Abdulaziz Al-Ghiama, masalah utama yang menghantui The Green Falcons adalah minimnya menit bermain yang didapat oleh para pemain pilar mereka di level klub.
Hal ini berdampak langsung pada kesiapan fisik dan ketajaman teknis para pemain saat dipanggil untuk membela tim nasional.
Ia menyebut pelatih Herve Renard kini kesulitan untuk menemukan pemain yang benar-benar berada dalam kondisi puncak.
Waspadai Kekuatan Baru Timnas Indonesia
Di tengah masalah internal mereka, Al-Ghiama secara khusus memperingatkan timnya untuk tidak memandang remeh Timnas Indonesia.
Menurutnya, Skuad Garuda saat ini sangat berbeda dan jauh lebih berbahaya.
Ia menyoroti fakta bahwa sebagian besar kekuatan Timnas Indonesia kini diisi oleh para pemain naturalisasi yang berkompetisi di liga-liga top Eropa dan Asia.
Kualitas individu para pemain inilah yang dianggap sebagai ancaman terbesar.
Tekanan Ekspektasi yang Sangat Tinggi
Al-Ghiama menambahkan bahwa tim Arab Saudi juga berada di bawah tekanan ekspektasi yang sangat tinggi dari para penggemar, yang sudah terbiasa melihat negara mereka lolos ke Piala Dunia.
Kegagalan, apalagi jika terjadi saat melawan tim seperti Indonesia, akan dianggap sebagai sebuah kemunduran besar.
Peluang bagi Skuad Garuda?
Pengakuan adanya krisis di kubu lawan ini menjadi sinyal positif bagi Timnas Indonesia.
Meskipun di atas kertas Arab Saudi tetap lebih diunggulkan, masalah internal yang mereka hadapi bisa menjadi keuntungan bagi tim asuhan Patrick Kluivert.
Pertandingan di Jeddah pada 9 Oktober mendatang kini menjadi semakin menarik.
Ini adalah kesempatan emas bagi Skuad Garuda untuk membuktikan bahwa mereka benar-benar mampu bersaing dengan tim-tim elite Asia. (did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo