Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Sanksi FIFA Bikin Geger! Bek Naturalisasi Malaysia Facundo Garcés Terancam Absen 2 Tahun, Deportivo Alavés Kena Imbasnya

Damianus Bram • Sabtu, 27 September 2025 | 23:45 WIB
Focundo Garces saat membela Timnas Malaysia.
Focundo Garces saat membela Timnas Malaysia.

SOLOBALAPAN.COM – Dunia sepak bola kembali diguncang kasus serius terkait pemalsuan dokumen naturalisasi.

Kali ini, nama Facundo Garcés, pemain kelahiran Argentina (5 September 1999) yang dinaturalisasi Malaysia, menjadi sorotan utama setelah FIFA menjatuhkan sanksi tegas.

Bek andalan Deportivo Alavés di La Liga itu terancam tidak bisa bermain dalam pertandingan resmi apa pun hingga 26 September 2026, menyusul kasus serius terkait penggunaan dokumen kewarganegaraan palsu.

Menurut laporan dari media ternama Marca dan Cadena SER, Garcés diduga menggunakan dokumen ilegal saat menjalani proses naturalisasi bersama Timnas Malaysia.

Komite Disiplin FIFA menemukan adanya pelanggaran berat terhadap Pasal 22 Kode Disiplin FIFA (FDC), yang mengatur soal manipulasi dokumen resmi dalam dunia sepak bola.

Klub dan Federasi Malaysia Terancam Pukulan Telak

Situasi ini langsung memukul Deportivo Alavés. Garcés adalah salah satu andalan di lini belakang klub musim ini dan performanya sedang dianggap "on fire."

Jika sanksi dikonfirmasi, Alavés akan kehilangan bek berusia 26 tahun itu selama dua tahun penuh sebelum kontraknya berakhir.

“Saat ini Deportivo Alavés belum mengetahui apakah Garcés bisa tampil melawan Real Mallorca atau tidak. Divisi hukum klub sedang meninjau seluruh situasi. Namun jika keputusan final sudah keluar, dia dipastikan tidak bisa bermain hingga 26 September 2026,” tulis Cadena SER dalam laporannya.

Dampaknya tidak berhenti di klub. Federasi Sepakbola Malaysia (FAM) juga disebut berpotensi menerima imbas.

Alavés kini tengah melakukan penyelidikan internal terkait kerja sama antara Garcés dan Timnas Malaysia soal naturalisasi ilegal tersebut.

Jika terbukti ada pelanggaran sistematis, FAM berpotensi mendapat hukuman tambahan dari FIFA berupa larangan aktivitas sepak bola selama 12 bulan.

Ini akan menjadi pukulan telak bagi sepak bola Malaysia yang sedang gencar membangun kekuatan lewat proyek naturalisasi pemain asing.

Denda Simbolis dan Opsi Pengganti Alavés

Selain larangan bermain yang panjang, Garcés juga dikenai denda sebesar CHF 2.000 (sekitar Rp34 juta).

Meskipun jumlahnya kecil bagi pesepak bola profesional, denda ini menjadi simbol bahwa FIFA tidak akan mentolerir manipulasi administrasi.

Absennya Garcés jelas memengaruhi kekuatan pertahanan Alavés. Pelatih dipaksa memutar otak mencari opsi alternatif di lini belakang.

Jika sanksi berjalan hingga 2026, klub harus segera mencari pengganti di bursa transfer mendatang.

Kasus Facundo Garcés ini menjadi peringatan keras bahwa upaya naturalisasi pemain tidak boleh dilakukan secara curang atau instan.

Pemalsuan dokumen, alih-alih membawa keuntungan, justru berbalik merugikan pemain, klub, dan federasi.

Kini, nasib Garcés bergantung pada proses banding. Jika sanksi FIFA tidak berubah, publik sepak bola akan kehilangan salah satu bek yang sedang naik daun di La Liga Spanyol untuk waktu yang sangat lama. (dam)

Editor : Damianus Bram
#fifa #naturalisasi #Naturalisasi Malaysia #facundo garces #fam #deportivo alaves