SOLOBALAPAN.COM - Sebuah pemandangan menarik tersaji saat Persib Bandung menaklukkan Arema FC 2-1 di Stadion Kanjuruhan, Senin (22/9) lalu.
Di tengah absennya kapten utama, Marc Klok, ban kapten secara mengejutkan melingkar di lengan gelandang muda, Beckham Putra Nugraha.
Keputusan ini memicu pertanyaan di kalangan Bobotoh.
Mengapa bukan pemain senior atau bintang sekelas Thom Haye yang ditunjuk?
Pelatih Bojan Hodak pun memberikan penjelasan detail dan logis di balik keputusannya tersebut.
Alasan Utama: Senioritas dan Masa Bakti di Klub
Usai pertandingan, Bojan Hodak menjelaskan filosofinya dalam memilih kapten.
Menurutnya, prioritas utama adalah pemain yang memiliki masa bakti paling lama dan memahami kultur klub.
“Biasanya, di ruang ganti, kapten adalah pemain dengan pengalaman paling banyak di klub, yang paling lama bergabung atau yang tertua,” ujar Bojan Hodak.
Berdasarkan kriteria ini, pilihan mengerucut pada kiper Teja Paku Alam dan Beckham Putra.
Mengapa Bukan Teja Paku Alam?
Meskipun Teja Paku Alam adalah pemain paling senior di skuad, Bojan Hodak mengaku memiliki prinsip untuk tidak menunjuk seorang penjaga gawang sebagai kapten.
Alasannya sangat praktis dan terkait dengan aturan baru di liga.
"Di tim kami, pemain paling lama adalah Teja. Tapi saya tidak suka jika penjaga gawang menjadi kapten," kata Bojan.
"Terutama setelah aturan baru bahwa hanya kapten yang bisa berbicara dengan wasit,” ucapnya.
Menurutnya, akan sangat merepotkan jika kiper harus berlari dari gawang ke tengah lapangan setiap kali ada insiden yang memerlukan diskusi dengan wasit.
Beckham Putra, Pilihan Paling Logis
Dengan dikesampingkannya Teja, maka pilihan paling logis jatuh kepada Beckham Putra.
Gelandang berusia 23 tahun ini adalah produk asli akademi Persib dan telah menjadi bagian dari tim senior sejak tahun 2019.
"Dan yang terlama di klub setelah Teja adalah Beckham," pungkas Bojan Hodak, menegaskan bahwa keputusannya murni didasarkan pada senioritas masa bakti di klub.
Kepemimpinan yang Teruji
Keputusan Bojan Hodak terbukti tepat.
Di bawah kepemimpinan Beckham Putra, Persib Bandung berhasil menunjukkan mentalitas baja dengan meraih kemenangan comeback 2-1, meskipun harus bermain dengan 10 orang sejak menit ke-63.
Ini menjadi bukti bahwa Beckham tidak hanya loyal, tetapi juga mampu memimpin rekan-rekannya di saat-saat paling sulit. (did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo