SOLOBALAPAN.COM – Kritik pedas yang kerap menyerang Patrick Kluivert di media sosial ternyata tidak sepenuhnya mencerminkan suara mayoritas suporter.
Lembaga survei Football Institute justru menemukan tingkat kepuasan tinggi terhadap kinerja pelatih Timnas Indonesia itu.
Survei yang dilakukan pada Februari–Agustus 2025 dengan melibatkan 1.270 responden di 21 kota menunjukkan, 72 persen suporter puas dengan kepemimpinan Kluivert, bahkan 7,8 persen menyatakan sangat puas.
Direktur Football Institute, Budi Setiawan, menyebut metode yang digunakan adalah deep interview untuk menggali lebih dalam alasan responden.
“Ketika ditanya apakah puas dengan kinerja Patrick Kluivert, sebanyak 72 persen menjawab puas. Jadi kritik tajam di media sosial ternyata tidak selalu linear dengan kenyataan,” ujar Budi saat memaparkan hasil surveinya di Jakarta Selatan, dikutip dari JawaPos.com, Sabtu (20/9/2025).
Prestasi dan Strategi Jadi Faktor Utama
Alasan kepuasan terbesar berasal dari aspek prestasi dan hasil pertandingan, mencapai 49 persen.
Selain itu, 56,8 persen responden menilai strategi dan gaya bermain skuad Garuda di bawah Kluivert memberi warna baru.
Survei juga menemukan 52,4 persen suporter yakin Timnas sudah bisa bersaing dengan kombinasi pemain lokal dan naturalisasi.
Bahkan 45,3 persen menilai komposisi antara pemain diaspora dan lokal sudah seimbang.
“Bahkan 9,3 persen responden menilai sudah banyak pemain lokal Liga 1 yang dipanggil ke timnas senior,” tambah Budi.
Optimisme Lolos ke Piala Dunia 2026
Football Institute juga mengukur keyakinan publik soal peluang Indonesia ke Piala Dunia 2026.
Hasilnya, 65,04 persen optimistis Timnas bisa lolos ke putaran final, meski harus bermain di kandang lawan.
Mayoritas Suporter Tak Setuju Kluivert Dipecat
Hal menarik lainnya, jika Indonesia gagal lolos, mayoritas suporter tetap menolak opsi pemecatan Kluivert.
Sebanyak 49,06 persen menolak, 40,31 persen setuju, 7,09 persen sangat setuju, dan 3,54 persen sangat tidak setuju.
“Alasan terbesar mereka tidak setuju Kluivert dipecat adalah karena ingin memberi kesempatan dan evaluasi. Persentasenya mencapai 85,35 persen,” jelas Budi.
Menariknya, dalam jawaban terbuka, opsi mengembalikan kursi pelatih ke Shin Tae-yong sangat kecil, hanya 0,63 persen responden.
Survei ini melibatkan suporter klub Liga 1, Liga 2, hingga pendukung Timnas Indonesia. Responden dipilih dengan metode cluster random sampling.
Survei memiliki margin of error 2,75 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen. (dam)
Editor : Damianus Bram