SOLOBALAPAN.COM — Marselino Ferdinan jadi sorotan usai tampil bersama Timnas Indonesia melawan Taiwan di FIFA Matchday September 2025.
Meski Garuda menang telak 6-0 di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Jumat (5/9/2025), penampilan gelandang muda itu justru dihujani kritik pedas netizen.
Masuk pada menit ke-65 menggantikan Egy Maulana Vikri, Marselino yang baru pulih cedera belum mampu menunjukkan performa terbaik.
Selama 25 menit di lapangan, aksinya dianggap minim kontribusi dan tidak seagresif biasanya.
Banyak netizen menilai gaya mainnya egois dan mudah dipatahkan lawan karena kondisi fisiknya belum sepenuhnya pulih.
Tak butuh waktu lama, nama “Marceng” langsung trending di platform X pada Sabtu (6/9/2025) dengan lebih dari 2.800 unggahan berisi kritik keras.
Namun, Marselino tidak sendiri. Dua sahabat dekatnya di Timnas sekaligus eks Persebaya Surabaya, Ernando Ari dan Rizky Ridho, kompak memberikan dukungan moral.
“Wong liyo ngerti opo, sel,” tulis Ernando Ari di media sosial, seakan menegaskan bahwa hanya sahabat yang benar-benar tahu perjuangan Marselino.
Sementara Rizky Ridho menuliskan pesan singkat, “Keep going, mate,” sebagai suntikan motivasi agar sang wonderkid tetap kuat menghadapi cibiran.
Dukungan itu menjadi penegas bahwa Marselino masih punya support system yang solid.
Terlebih, laga kontra Taiwan adalah debut kembalinya setelah absen panjang akibat cedera di Piala Presiden 2025.
Meski kritik deras, banyak pihak meminta publik memberi waktu. Pemulihan fisik dan mental tidak bisa instan, apalagi bagi pemain muda berbakat yang kerap dibebani ekspektasi tinggi.
Kini, Marselino tengah menatap tantangan baru di Eropa. Ia resmi dipinjamkan Oxford United ke klub Slovakia, AS Trencin.
“Gelandang Indonesia yang akan berusia dua puluh satu tahun, Marselino Ferdinan, telah menjadi pemain baru bagi AS Trenčín,” tulis pernyataan resmi klub di akun Instagram.
Kehadiran Marselino disambut hangat dan diharapkan jadi bagian penting dalam perjalanan AS Trencin musim ini.
Klub juga menegaskan ia akan mendapat menit bermain untuk berkembang di kompetisi Eropa Tengah.
Tekanan di tanah air tak membuatnya surut. Dalam unggahan pribadinya, Marselino menuliskan singkat, “ayo wes,” sebagai tanda tekad untuk bangkit.
Pelan-pelan, netizen yang semula keras pun mulai mengirimkan komentar positif.
Mereka berharap Marselino bisa menemukan kembali sentuhannya di Slovakia, lalu kembali memperkuat Timnas Indonesia dengan lebih matang.
Perjalanan pemain muda memang tak lepas dari cedera, kritik, dan tekanan publik.
Namun dengan dukungan sahabat seperti Ernando Ari dan Rizky Ridho, ditambah pengalaman berharga di Eropa, Marselino Ferdinan punya kesempatan emas untuk menjawab semua cibiran dengan prestasi. (dam)