SOLOBALAPAN.COM — Timnas Indonesia U-23 sukses bangkit dengan kemenangan telak 5-0 atas Makau pada laga kedua Grup J Kualifikasi AFC U-23 2026 di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Sabtu (7/9/2025).
Pelatih Gerald Vanenburg mengapresiasi perbaikan performa anak asuhnya, namun menegaskan euforia kemenangan tak boleh berlarut karena duel hidup-mati melawan Korea Selatan sudah menanti.
Garuda Muda tampil dominan sejak menit awal. Gol bunuh diri Ieong Lek Hang membuka pesta gol, disusul torehan Arkhan Fikri, Rayhan Hannan, Zanadin Fariz, dan Rafael Struick.
Tambahan tiga poin menempatkan Indonesia di posisi kedua klasemen dengan empat angka, hanya terpaut dua poin dari Korea Selatan yang menyapu bersih dua kemenangan.
Meski puas dengan performa, Vanenburg menekankan pentingnya menjaga fokus.
“Ini momen di mana kami tidak bisa terlalu senang dan terlalu lama bahagia. Kami hanya perlu memikirkan Korea dan yang ini harus kami lupakan,” tegas pelatih asal Belanda, dikutip dari JawaPos.com, Minggu (7/9/2025) itu.
Menurut Vanenburg, laga terakhir kontra Korea Selatan pada Selasa (9/9/2025) akan menjadi ujian sesungguhnya.
Indonesia wajib menang untuk merebut posisi puncak Grup J demi tiket otomatis ke putaran final AFC U-23 2026 di Arab Saudi.
“Kami harus berusaha mengalahkan Korea agar lolos. Saya pikir kami memiliki cukup banyak pemain bagus untuk bisa bersaing,” ucap Vanenburg yang pernah menjuarai Piala Eropa 1988.
Rotasi Pemain dan Efek Positif
Dalam duel melawan Makau, Vanenburg melakukan rotasi dengan mengubah enam starter dari laga perdana.
Rotasi ini membuat permainan Indonesia lebih bertenaga dan variatif. Arkhan Fikri tampil gemilang dengan kontribusi gol dan pengatur serangan, sementara Rafael Struick menunjukkan ketajamannya sejak menit awal.
“Jika pemain hanya dapat menit bermain 14 atau 15 menit di klub, mereka tidak bisa tampil tiga laga penuh dalam sembilan hari. Kami harus menjaga kondisi agar tetap prima,” jelas Vanenburg.
Tekad Arkhan Fikri
Pemain Arema FC, Arkhan Fikri, menegaskan tekad untuk mengalahkan Korea Selatan.
“Alhamdulillah kita berhasil menang di laga ini, sangat penting sebagai modal melawan Korea yang kita tahu kekuatannya luar biasa,” ujar Arkhan.
Dia menekankan laga pamungkas akan menjadi pembuktian.
“Tidak ada cerita selain menang. Saya yakin dengan mental dan kualitas yang dimiliki rekan-rekan, kita bisa mengalahkan Korea,” tegas Arkhan.
Arkhan bersama enam pemain lain merupakan alumni AFC U-23 2024 yang sempat menyingkirkan Korea Selatan di perempat final. Pengalaman itu diyakini bisa menjadi motivasi tambahan.
“Kita harus mati-matian lawan Korea. Insya Allah kita bisa menang, tidak ada cerita lain,” tutupnya.
Dengan dukungan penuh suporter di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Garuda Muda diharapkan mampu menorehkan sejarah lagi: memastikan tiket ke putaran final AFC U-23 2026. (dam)