SOLOBALAPAN, OLAHRAGA — Gerbong perombakan besar-besaran di internal Persis Solo demi menyongsong Liga 2 musim 2026/2027 kembali memakan korban pemain senior.
Setelah resmi berpisah dengan gelandang pengangkut air Sutanto Tan pada Rabu (24/6) lalu, kini giliran bek kawakan Rian Miziar yang dipastikan menyudahi masa baktinya bersama Laskar Sambernyawa karena kontraknya tidak diperpanjang.
Kepastian hengkangnya pemain berusia 35 tahun tersebut diumumkan secara resmi melalui unggahan video emosional di akun Instagram Persis Solo pada Jumat (26/6/2026).
Lima Musim Penuh Kesetiaan dan Jiwa 'Grinta' Sambernyawa
Manajemen Persis Solo memberikan apresiasi tertinggi atas kesetiaan dan totalitas tanpa batas yang ditunjukkan oleh pemain asal Bangka ini.
Melalui kompilasi video singkat, klub menampilkan rekam jejak perjuangan Rian dari menit ke menit di lapangan hijau hingga kebersamaannya yang hangat bersama penggawa Laskar Sambernyawa lainnya.
Meskipun dalam beberapa musim terakhir dirinya tidak selalu menjadi pilihan utama di jajaran starting eleven, pemain yang dikenal memiliki karakter Grinta (semangat pantang menyerah) ini tetap mendapatkan tempat spesial di hati para suporter Kota Bengawan.
"Matur nuwun Surakarta, matur nuwun Persis Solo, selamanya Sambernyawa," tulis Rian Miziar penuh haru di kolom komentar akun resmi klub.
Tabel Resume Perjalanan Rian Miziar dan Proyeksi Suksesor Tim
Kepergian Rian Miziar meninggalkan pekerjaan rumah yang cukup berat bagi manajemen, terutama dalam menjaga stabilitas emosional ruang ganti. Berikut adalah tabel analisis dampak kepergian sang pemain:
| Komponen Informasi | Catatan Perjalanan Rian Miziar | Dampak Taktis & Rumor Pengganti |
| Durasi Mengabdi | 5 Musim Beruntun | Menjadi salah satu pilar paling loyal sejak era kebangkitan klub ke kasta tertinggi. |
| Usia / Asal Pemain | 35 Tahun / Bangka | Memiliki kematangan mentor yang kuat bagi barisan pilar muda U-22. |
| Peran Domestik | Jenderal Motivator Ruang Ganti | Kepergiannya meninggalkan kekosongan figur pemimpin yang vokal. |
| Aspirasi Suporter | Didorong masuk staf kepelatihan | Suporter menilai Rian sangat paham kultur dan karakter asli Surakarta. |
| Incaran Suksesor | Asep Berlian (Gelandang Garudayaksa) | Karakter kepemimpinannya diincar untuk menjadi kandidat kapten baru. |
Harapan Suporter dan Rumor Suksesor Pemegang Ban Kapten
Hancurnya komposisi pemain senior peninggalan musim lalu memicu gelombang respons dari para netizen dan suporter di media sosial.
Mengingat dedikasi dan pemahamannya yang mendalam terhadap kultur sepak bola Solo, banyak suporter yang berharap Rian tidak benar-benar pergi dari mes tim. Mereka mengusulkan agar manajemen memberikan peran baru bagi Rian di dalam jajaran staf kepelatihan atau tim pendukung (backroom staff).
Di sisi lain, hilangnya Rian dan Sutanto Tan membuat manajemen bergerak cepat mencari sosok pengganti yang memiliki jiwa kepemimpinan komparabel.
Saat ini, santer beredar kabar bahwa Persis Solo tengah membidik gelandang jangkar milik Garudayaksa, Asep Berlian.
Karakter bermainnya yang lugas serta kepemimpinannya yang kuat di lapangan dinilai sangat cocok untuk menakhodai skuad muda Ricky Nelson, bahkan digadang-gadang bakal menjadi calon kuat pemegang ban kapten Laskar Sambernyawa untuk mengarungi ketatnya kompetisi musim depan.
(did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo