SOLO, SOLOBALAPAN.COM – Manajemen Persis Solo akhirnya resmi buka suara di hadapan perwakilan suporter guna menjawab berbagai polemik yang mencuat selepas Laskar Sambernyawa dipastikan terdegradasi ke Liga 2.
Dalam forum diskusi terbuka yang digelar di Persis Store pada Selasa (23/6) malam, jajaran manajemen tampak hadir lengkap. Mulai dari Komisaris Persis Adityo Rimbo, Manajer Tim Yahya Alkatiri, hingga Direktur Persis Ginda Ferachtriawan.
Tidak hanya menyampaikan permohonan maaf yang mendalam, mereka juga membeberkan target promosi, hasil evaluasi, hingga komitmen memperbaiki komunikasi dengan fans.
Baca Juga: Viral Penari Drumband Rok Mini di Acara Tahun Baru Islam, MTs NU Mranggen Demak Minta Maaf
Salah satu isu krusial yang paling banyak disorot oleh suporter adalah kepastian target Persis selama berkompetisi di kasta kedua nasional. Suporter menuntut komitmen konkret mengenai berapa lama klub akan tertahan di Liga 2.
Menjawab hal itu, Ginda Ferachtriawan menegaskan bahwa target masa depan klub sudah sangat jelas dan sejalan dengan instruksi langsung dari pemilik saham (owner).
“Kalau ditanya berapa lama? Dari owner saja sudah menyampaikan satu musim saja. Jadi menurut saya sudah clear pertanyaannya,” ujar Ginda di tengah forum diskusi.
Ginda menambahkan bahwa seluruh elemen tim saat ini tengah bekerja keras untuk merealisasikan target promosi instan tersebut. Kendati demikian, ia mengingatkan jika kesuksesan tersebut tidak hanya bertumpu pada skuad di lapangan, melainkan juga kesiapan manajerial klub secara menyeluruh.
“Selama fondasi kita kuat, selama klub ini sehat, selama kerja sama bisa kita lakukan, saya rasa (promosi satu musim) ini sangat memungkinkan,” lanjutnya.
Baca Juga: Masuk Pembangunan Tahap Ketiga, Persik Kediri Berpeluang Punya Kandang Baru Musim Depan
Bersih-Bersih Internal dan Bentuk Departemen Data Analisis
Selain mematok target tinggi, manajemen juga merespons kritik keras suporter terkait adanya sosok-sosok yang dianggap sebagai "benalu" atau penghambat kinerja Laskar Sambernyawa pada musim lalu.
Ginda mengakui bahwa manajemen langsung melakukan evaluasi total lintas divisi begitu kompetisi berakhir. Evaluasi tersebut meliputi perombakan tanggung jawab, penilaian performa (KPI), hingga menentukan personel mana yang layak dipertahankan maupun yang harus dilepas.
“Yang bisa saya sampaikan kita langsung melakukan evaluasi. Kita sudah mulai membuat tanggung jawab dari masing-masing divisi, KPI, kemudian siapa yang masih bisa kita pertahankan dan siapa yang memang tidak akan kita pertahankan,” katanya dengan tegas.
Sebagai bagian dari perbaikan manajemen, Persis Solo juga mulai menyederhanakan beberapa lini organisasi dan memperkuat divisi yang dianggap krusial. Salah satu terobosan baru pasca-degradasi ini adalah dibentuknya Departemen Analisis dan Data. Departemen yang sebelumnya absen di tubuh Persis ini diharapkan mampu meminimalkan human error dalam proses perekrutan pemain baru ke depannya.
Baca Juga: Sebelum Umrah, Ruben Onsu Lepas Rindu di Bandara Usai Adukan Pembatasan Akses Anak ke KPAI
Bantah Menghindar dari Suporter
Di sisi lain, forum ini juga menjadi ruang bagi suporter untuk meluapkan kekecewaan terkait sikap manajemen yang dinilai mendadak sulit ditemui dan terkesan "menghilang" pasca-laga terakhir musim lalu. Isu ini sempat memicu spekulasi liar bahwa hubungan antara manajemen dan basis suporter sedang tidak harmonis.
Mengenai hal tersebut, Ginda membantah keras anggapan bahwa pihaknya sengaja menghindar. Menurutnya, setelah peluit panjang akhir musim dibunyikan, manajemen langsung bergerak cepat di balik layar untuk menyelesaikan berbagai kewajiban administratif serta finansial klub.
“Saya rasa kita sebenarnya bukan mau menghindar ya. Pertandingan terakhir pun besoknya kita juga sudah ada beberapa kewajiban yang masih harus kita selesaikan, baik itu dengan pemain, pelatih, operator, maupun sponsor,” jelasnya.
Baca Juga: Tantri Kotak Kena Tipu Teman Dekat, Total Kerugian Para Korban Ditaksir Capai Rp 10 Miliar!
Guna mencegah terjadinya miskomunikasi serupa di masa mendatang, manajemen berjanji akan membangun pola komunikasi dan keterbukaan yang jauh lebih sehat dengan suporter mulai musim depan. Evaluasi ini nantinya juga akan menyentuh perbaikan pada sistem pertiketan (ticketing) serta mekanisme distribusi informasi resmi kepada publik.
“Kalau kaitannya dengan teman-teman suporter mungkin nanti kita akan menyampaikan ke depannya bagaimana sih nanti sistem ticketing-nya, sistem komunikasinya dengan suporter supaya tidak ada miss,” tandas Ginda. (hj/an)
Editor : Andi Aris Widiyanto