SOLOBALAPAN, OLAHRAGA — Persis Solo benar-benar memulai lembaran baru dengan melakukan perombakan radikal.
Setelah harus menerima kenyataan pahit terdegradasi dari kasta tertinggi Super League musim 2025/2026, manajemen Laskar Sambernyawa langsung melakukan evaluasi besar-besaran, termasuk mendepak total jajaran tim kepelatihan lama.
Usai resmi melepas pelatih kepala Milomir Seslija dan asisten pelatih Milos Durovic, manajemen Persis Solo bergerak cepat mengumumkan nakhoda baru.
Kursi pelatih kepala resmi diamanahkan kepada taktik lokal berpengalaman, Ricky Nelson, untuk mengarungi kompetisi Pegadaian Championship (Liga 2) musim 2026/2027.
Rekam Jejak dan Karier Kepelatihan Ricky Nelson
Penunjukan arsitek lapangan berusia 45 tahun ini menjadi sinyal kuat bahwa Persis Solo tidak main-main dengan target promosi.
Sebelum mendarat di Kota Bengawan, Ricky Nelson memiliki rekam jejak yang cukup panjang di belantika sepak bola nasional, termasuk di jajaran elite pembinaan usia muda.
Baca Juga: Ricky Nelson Resmi Jadi Pelatih Persis Solo, Targetkan Promosi ke Super League
| Periode / Waktu | Klub / Lembaga | Peran / Jabatan Kepelatihan |
| 2017 | Borneo FC | Pelatih Interim (Head Coach) |
| 2018 | Persika Karawang | Pelatih Kepala |
| 2020 / 2021 | Sulut United | Pelatih Kepala |
| Setelahnya | Persipura Jayapura | Pelatih Kepala |
| Mei 2025 | Persija Jakarta | Pelatih Interim (Head Coach) |
| Sebelum ke Persis | Akademi Persija Jakarta | Direktur Teknik |
Siap Hadapi Tekanan Suporter dan Atmosfer Liga 2
Bagi Ricky Nelson, menerima pinangan dari manajemen Laskar Sambernyawa bukanlah perkara yang sulit. Ia mengaku sangat tertarik dengan gairah sepak bola Solo yang ditopang oleh basis masa suporter yang luar biasa masif.
"Saya melihat Persis adalah tim yang punya potensi. Ini adalah kota yang luar biasa dengan suporter yang luar biasa. Karena itulah saya menerima tantangan ini. Saya sangat yakin dengan apa yang saya punya, dan nanti juga apa yang akan dibuat oleh manajemen. Kita akan bisa kembali ke Super League atau Liga 1," tegas Ricky Nelson, Senin (15/6/2026).
Meski optimistis, eks pelatih Sulut United ini sadar betul bahwa medan pertempuran di Liga 2 sangatlah keras, ketat, dan sering melahirkan kejutan tak terduga.
Oleh karena itu, ia meminta seluruh elemen tim dan kelompok suporter untuk merapatkan barisan serta menyatukan visi.
"Tentu saja ini dapat digapai, namun jangan sampai kita terpecah belah. Kita harus tetap yakin, tetap bersatu. Tentu saja pasti ada kritik, tapi saya sangat yakin bahwa kritik yang diberikan adalah kritik yang membangun supaya bagaimana Persis bisa kembali ke jalur yang seharusnya," imbuhnya.
Tinggalkan Masa Lalu, Satukan Hati Demi Skuad Sambernyawa
Mengakhiri orasinya, Ricky Nelson mengajak seluruh pencinta Persis Solo untuk melupakan kegagalan menyakitkan di musim lalu.
Fokus utama saat ini adalah menatap garis depan dan membangun fondasi tim yang kokoh atas dasar kedisiplinan dan rasa hormat yang tinggi kepada lambang di dada.
-
Pilar Utama Tim: Menanamkan nilai kerja keras, kedisiplinan, dan kebersamaan yang solid.
-
Prioritas Tertinggi: Menempatkan kepentingan dan kejayaan Persis Solo di atas ego pribadi atau kelompok.
Dengan resminya penunjukan Ricky Nelson, perhatian pencinta sepak bola Surakarta kini tertuju pada langkah strategis berikutnya, yakni perburuan pemain baru dan penyusunan komposisi skuad yang kompetitif demi merealisasikan target mutlak: promosi dalam satu musim.
(hj/nik)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo