SOLO, SOLOBALAPAN.COM – Persis Solo akhirnya mengumumkan sosok pelatih kepala yang akan memimpin tim menghadapi kompetisi Liga 2 Pegadaian Championship 2026/2027.
Manajemen Laskar Sambernyawa resmi menunjuk Ricky Nelson sebagai nahkoda baru dengan target membawa tim kembali promosi ke Super League.
Pengumuman tersebut disampaikan manajemen Persis Solo pada Senin (15/6/2026). Penunjukan Ricky menjadi bagian dari upaya pembenahan tim setelah Persis harus menerima kenyataan terdegradasi dari kasta tertinggi sepak bola Indonesia pada musim lalu.
Ricky Nelson bukan nama asing di dunia sepak bola nasional. Sebelum bergabung dengan Persis, ia menjabat sebagai Direktur Teknik Akademi Persija Jakarta dan memiliki pengalaman panjang menangani sejumlah klub di berbagai level kompetisi.
Karier kepelatihannya dimulai saat dipercaya menjadi pelatih interim Borneo FC pada 2017. Setahun kemudian, ia mendapat kesempatan menangani Persika Karawang sebagai pelatih kepala.
Ricky juga pernah melatih Sulut United pada musim 2020/2021 dan Persipura Jayapura saat klub asal Papua itu berjuang di Liga 2.
Terakhir, pria asal Jakarta tersebut sempat dipercaya menjadi pelatih interim tim senior Persija Jakarta pada Mei 2025 sebelum menerima tawaran dari Persis Solo.
Dalam pernyataan resminya, Ricky mengaku antusias menerima tantangan baru bersama klub kebanggaan Kota Bengawan. Menurutnya, Persis memiliki potensi besar untuk bangkit dan kembali bersaing di level tertinggi sepak bola nasional.
"Saya melihat Persis adalah tim yang punya potensi. Ini adalah kota yang luar biasa dengan suporter yang luar biasa. Karena itulah saya menerima tantangan ini," ujar Ricky.
Ia menilai dukungan suporter menjadi salah satu faktor utama yang membuatnya tertarik bergabung dengan Persis. Atmosfer sepak bola di Solo yang kuat diyakini dapat menjadi modal penting dalam perjuangan tim sepanjang musim.
Meski optimistis mampu membawa Persis kembali ke Super League, Ricky menegaskan bahwa target tersebut tidak bisa dicapai secara instan. Ia menyebut diperlukan kerja keras dan kebersamaan dari seluruh elemen klub, mulai dari manajemen, pemain, tim pelatih hingga suporter.
Menurutnya, kekompakan menjadi kunci utama agar Persis dapat melewati persaingan ketat di Liga 2 dan merebut tiket promosi.
Ricky juga mengajak seluruh suporter untuk tetap bersatu mendukung tim setelah musim yang mengecewakan. Ia berharap perbedaan pandangan yang muncul dapat dikesampingkan demi kepentingan klub.
"Kritik dari suporter adalah hal yang wajar dalam sepak bola. Tetapi saya berharap kritik itu bisa menjadi masukan yang membangun agar tim semakin berkembang," katanya.
Pelatih berusia 45 tahun tersebut menambahkan, seluruh elemen klub harus menempatkan kepentingan Persis di atas segalanya. Dengan semangat kebersamaan dan kerja keras, ia yakin Laskar Sambernyawa mampu kembali ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
Baca Juga: Bukan Sekadar Tempat Ngopi, Kafe di Kota Solo Kini Jadi Ruang Produktif Mahasiswa Berburu Inspirasi
"Yang terpenting semua harus menaruh respek kepada klub. Kepentingan Persis harus di atas segalanya. Dengan kemampuan yang saya miliki dan kebersamaan yang kita bangun, saya yakin Persis bisa kembali ke Super League," tegas Ricky. (hj/an)
Editor : Andi Aris Widiyanto