Usai dipastikan terdegradasi ke kasta kedua sepak bola nasional, Liga 2 Pegadaian Championship, Laskar Sambernyawa harus memutar otak menghadapi potensi eksodus sejumlah pemain andalannya.
Selain disibukkan dengan perburuan sosok pelatih dan pemain baru, manajemen menyadari adanya ancaman serius dari bursa transfer, di mana para pemain pilar mereka berpotensi hengkang demi tetap berkarier di kompetisi kasta tertinggi (Super League / Liga 1) musim depan.
Deretan Pemain Kunci yang Santer Dikabarkan Hengkang
Beberapa nama bintang lokal Persis Solo saat ini tengah dirumorkan mempertimbangkan opsi untuk angkat koper.
Baca Juga: Tolak Tawaran Liga 1, Dua Punggawa Persis Solo Ini Pilih Setia Berjuang di Liga 2 Musim Depan
Berikut adalah daftar pemain kunci yang santer dikaitkan dengan pintu keluar klub:
| Nama Pemain | Posisi Bermain | Potensi Alasan Utama |
| Zanadin Fariz | Gelandang | Ingin tetap bersaing di level tertinggi sepak bola nasional. |
| Althaf Indie | Gelandang Sayap | Godaan menit bermain reguler di kasta Super League. |
| Irfan Jauhari | Penyerang Sayap | Daya tarik dari klub-klub pesaing di Liga 1. |
| Muhammad Riyandi | Penjaga Gawang | Mempertahankan level kompetisi demi peluang menembus Timnas. |
Klarifikasi dan Langkah Strategis Manajemen
Menanggapi rumor panas yang beredar, Direktur PT Persis Solo Saestu, Ginda Ferachtriawan, akhirnya buka suara.
Ia secara terbuka tidak menampik kemungkinan bahwa Laskar Sambernyawa bisa saja ditinggalkan oleh beberapa nama besarnya akibat kenyataan pahit terdegradasi.
Meski mengetahui risiko kehilangan banyak pemain, Ginda memastikan bahwa pihak manajemen tidak sekadar berdiam diri. Berikut adalah langkah taktis yang tengah dijalankan manajemen:
-
Komunikasi Intensif: Manajemen terus membangun komunikasi secara personal dengan para pemain, baik yang kontraknya telah kedaluwarsa maupun yang masih terikat kesepakatan jangka panjang.
-
Seleksi Kebutuhan Tim: Klub akan berupaya sekuat tenaga mempertahankan pemain-pemain yang secara teknis masih masuk dalam skema utama pelatih untuk musim depan.
-
Paparkan Visi Promosi Cepat: Manajemen berupaya meyakinkan para pemain bahwa Persis memiliki proyeksi target yang sangat jelas. Klub menargetkan tiket promosi secara instan dan tidak berencana menghabiskan waktu lama di Liga 2.
-
Antisipasi Bursa Transfer: Menyusun berbagai opsi rekrutmen cadangan (Plan B) untuk menutup celah apabila pemain pilar benar-benar memutuskan pergi.
"Pemain yang memungkinkan bertahan, dipertahankan. Tetapi potensi pemain mungkin punya keinginan lain, mungkin tetap berada di level Liga 1, ini jadi bagian dari komunikasi.
Kita sampaikan pemain ingin visi misi yang jelas, kita juga ingin segera kembali ke Liga 1, tidak ingin sementara saja di Liga 2," papar Ginda pada Rabu (3/6/2026).
Hingga saat ini, Persis Solo memilih untuk belum mengumumkan daftar resmi pemain yang dipertahankan atau dilepas karena proses evaluasi evaluasi besar-besaran masih berlangsung.
Di sisi lain, Ginda berharap bahwa berbagai spekulasi dan isu di luar lapangan ini tidak memecah fokus para penggawa di lapangan.
"Komunikasi harus dibangun, jangan ada isu yang mengganggu, pemain fokus bermain lepas dan fokus pada pertandingan. Hal di luar pertandingan diurus manajemen," pungkasnya dengan tegas.
(hj/nik)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo