SOLOBALAPAN, SOLO — Atmosfer magis Stadion Manahan kembali memakan korban dalam laga hidup-mati di penghujung musim Super League 2025/2026.
Tampil di hadapan belasan ribu pendukung fanatiknya, Persis Solo sukses mengamankan tiga poin krusial usai menundukkan tamunya, Dewa United FC, dengan skor tipis 1-0 pada Sabtu (16/5/2026) malam.
Kemenangan emosional ini sekaligus menjaga harapan Laskar Sambernyawa untuk tetap eksis di kasta tertinggi sepak bola tanah air.
Namun, pasca-laga, sorotan tajam justru tertuju pada konferensi pers pelatih Dewa United, Jan Olde Riekerink, yang meluapkan kekecewaannya secara blak-blakan.
Baca Juga: Flare Kembali Membara di Manahan, Delapan Penonton Sesak Napas Saat Persis Solo Rayakan Kemenangan
Sentilan Keras Jan Olde: Kalah Rasa Lapar
Pelatih kawakan asal Belanda tersebut tidak mencari alasan atas kekalahan timnya.
Secara terbuka, Jan Olde Riekerink menyebut skuad asuhannya tampil melempem karena tidak memiliki ikatan emosional dan mentalitas bertarung yang kuat di atas lapangan.
“Mereka (Persis) menunjukkan keinginan yang lebih besar untuk menang. Kami tidak bermain dengan hati. Ketika itu terjadi, Anda akan mendapatkan hasil seperti ini,” semprot Jan Olde usai pertandingan.
Mantan arsitek Galatasaray itu juga menambahkan bahwa kolektivitas lini serang Persis Solo yang dimotori oleh duet legiun asing, Bruno Gomes dan Dimitri Lima, berkali-kali merepotkan barisan pertahanan anak asuhnya lewat skema transisi cepat sejak babak pertama.
Luka Dumancic Jadi Pahlawan Sambernyawa
Persis Solo yang diarsiteki Milomir Seslija memang langsung mengambil inisiatif menyerang sejak sepak mula. Gol tunggal penentu kemenangan yang dinanti publik Solo baru tercipta pada menit ke-75.
Memanfaatkan umpan matang dari eksekusi sepak pojok Andrei Alba, bek jangkung asal Kroasia, Luka Dumancic, melompat tinggi dan melepaskan sundulan keras yang menghujam jala gawang Stevens Ricardo. Stadion Manahan pun bergemuruh menyambut gol penyelamat tersebut.
"Tiga poin ini sangat penting bagi kami untuk bertahan di liga. Kami berjuang hari ini dari menit pertama hingga menit terakhir," tutur Dumancic dengan emosional.
Sinergi Fans dan Tim Jadi Kunci
Pelatih Persis, Coach Milo, memuji habis-habisan loyalitas para suporter yang hadir memadati stadion.
Menurutnya, tekanan dari tribun penonton berhasil meruntuhkan mentalitas Dewa United sekaligus membakar semangat juang anak asuhnya.
“Ketika fans dan tim bersatu, saya tidak berpikir banyak tim yang bisa mengalahkan kami di sini (Manahan),” ujar juru taktik yang akrab disapa Milo tersebut.
Bergantung pada Nasib Laga Derbi Mataram
Meski sukses meraup poin penuh atas Dewa United, posisi Persis Solo di tabel klasemen belum sepenuhnya aman dari jerat degradasi.
Guna memastikan diri lolos dari lubang jarum, Laskar Sambernyawa kini harus menggantungkan nasib pada laga pekan ke-33 lainnya.
Mereka wajib berharap rival sekota, PSIM Yogyakarta, mampu menjegal perlawanan Madura United FC demi melapangkan jalan Persis bertahan di kompetisi kasta tertinggi musim depan.
(did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo