SOLO, SOLOBALAPAN.COM – Malam yang seharusnya menjadi pesta kemenangan bagi Persis Solo berubah tercoreng akibat ulah puluhan oknum suporter di Stadion Manahan, Sabtu (16/5/2026) malam.
Di tengah gegap gempita kemenangan krusial atas Dewa United, aparat kepolisian justru harus berjibaku mengamankan suporter yang kedapatan membawa flare, petasan, smoke hingga minuman keras ke dalam stadion.
Kemenangan 1-0 Persis Solo yang menjaga asa bertahan di Super League sempat disambut histeria ribuan pendukung Laskar Sambernyawa. Namun atmosfer penuh haru itu berubah tegang ketika flare menyala dan asap tebal mulai memenuhi beberapa sudut tribun Stadion Manahan.
Petugas gabungan yang sejak awal melakukan pengamanan ketat akhirnya mengamankan total 33 orang suporter. Mereka diduga terlibat membawa barang-barang terlarang yang berpotensi memicu gangguan keamanan pertandingan.
Kapolresta Surakarta Kombes Pol Catur Cahyono Wibowo melalui Kabagops Kompol Wahyu Joko Nugroho mengatakan, mayoritas suporter yang diamankan berasal dari luar Kota Solo.
“Petugas mengamankan sebanyak 33 orang suporter yang kedapatan membawa barang-barang terlarang berupa flare, smoke, petasan, kembang api serta minuman keras,” ujar Wahyu, Minggu (17/5/2026).
Dari tangan para suporter tersebut, polisi menyita cukup banyak barang bukti. Di antaranya 23 flare, dua smoke ukuran besar, lima smoke ukuran kecil, dua petasan flare, sembilan petasan atau kembang api, serta satu botol minuman keras.
Menurut Wahyu, penggunaan flare dan petasan di dalam stadion bukan sekadar pelanggaran aturan pertandingan, tetapi juga membahayakan keselamatan ribuan penonton lain.
Baca Juga: Sejak Era 1980-an, Mbah Darmo Setia Jadi “Tukang Salon” Sapi di Boyolali
“Asap flare dapat mengganggu jalannya pertandingan dan memicu kepanikan. Ini sangat berbahaya, baik untuk penonton maupun pemain,” tegasnya.
Polisi menyebut pengamanan sebenarnya telah dilakukan secara maksimal sejak sebelum kick off dimulai. Pemeriksaan berlapis diterapkan di setiap pintu masuk Stadion Manahan guna mencegah masuknya benda-benda berbahaya. Namun, sejumlah oknum suporter tetap nekat menyelundupkan flare dan petasan ke tribun.
Tak hanya itu, aparat juga menemukan adanya konsumsi minuman keras di area stadion. Kondisi tersebut dinilai rawan memicu tindakan provokatif yang bisa merusak suasana pertandingan.
Seluruh suporter yang diamankan kemudian dibawa ke Polresta Surakarta untuk menjalani pemeriksaan dan pendataan lebih lanjut.
Sebagian besar dipulangkan setelah membuat surat pernyataan, sementara dua orang yang kedapatan membawa minuman keras diproses melalui tindak pidana ringan (tipiring).
Di tengah perjuangan Persis Solo menyelamatkan nasib di kasta tertinggi sepak bola Indonesia, polisi meminta suporter tetap menjaga sportivitas dan tidak melakukan tindakan yang justru merugikan klub kebanggaannya sendiri.
“Sepak bola adalah hiburan dan pemersatu. Jangan sampai kemenangan tim justru ternodai oleh tindakan yang merugikan banyak pihak,” tandas Wahyu. (hj/an)
Editor : Andi Aris Widiyanto