SOLO, SOLOBALAPAN.COM – Pelatih Dewa United FC, Jan Olde Riekerink, memastikan timnya tidak datang ke Stadion Manahan hanya untuk menjalani laga formalitas menghadapi Persis Solo pada pekan ke-33 Super League 2025/2026.
Menurut pelatih asal Belanda itu, duel di Manahan justru menjadi salah satu pertandingan paling krusial di penghujung musim karena mempertemukan dua tim dengan tekanan besar dan kepentingan berbeda.
Persis Solo sedang berjibaku menyelamatkan diri dari ancaman degradasi. Sementara Dewa United masih memburu posisi empat besar klasemen akhir.
“Ini adalah pertandingan antara dua tim dengan ambisi yang berbeda,” ujar Jan Olde dalam konferensi pers pra pertandingan, Jumat (15/5/2026).
Persis Tak Bisa Tentukan Nasib Sendiri
Jan Olde menilai tekanan terbesar saat ini berada di kubu Persis Solo. Selain wajib memenangkan dua pertandingan terakhir, Laskar Sambernyawa juga masih harus berharap hasil pertandingan Madura United FC berjalan sesuai skenario.
Situasi itu membuat nasib Persis tidak sepenuhnya berada di tangan sendiri.
“Persis Solo tentu ingin menghindari degradasi, sehingga mereka tahu bahwa mereka harus memenangkan dua pertandingan terakhir,” ungkapnya.
“Selain itu, mereka juga bergantung pada hasil yang diraih Madura United FC,” imbuh Jan Olde.
Pelatih berusia 63 tahun tersebut bahkan menyayangkan jadwal pertandingan papan bawah yang tidak digelar secara bersamaan. Menurutnya, kondisi itu membuat tensi kompetisi menjadi kurang ideal karena satu tim bisa mengetahui hasil pesaingnya lebih dulu.
“Sejujurnya sangat disayangkan kami tidak bermain pada waktu yang sama,” katanya.
Dewa United Tetap Bidik Empat Besar
Meski sudah aman di papan atas, Jan Olde menegaskan Dewa United tetap datang dengan target kemenangan. Ia memastikan tim berjuluk Banten Warriors masih lapar poin demi mengunci posisi keempat klasemen akhir.
Baca Juga: Bocoran Suzuki Burgman 350 Cc Terkuak? Kelas Skuter Gambot Premium Nambah Saingan Lagi!
Menurutnya, target Dewa United terus berkembang sepanjang musim. Awalnya hanya memburu enam besar, kemudian naik menjadi lima besar, hingga kini mengincar empat besar.
Motivasi itu membuat Dewa United dipastikan tampil serius di Stadion Manahan.
“Pertandingan ini mempertemukan satu tim yang ingin finis di posisi keempat dengan satu tim yang berjuang agar tidak terdegradasi,” tegasnya.
Persis Hadapi Laga Hidup Mati
Situasi tersebut membuat tekanan terhadap Persis Solo semakin berat. Tim asuhan Milomir Seslija tidak hanya dituntut menang, tetapi juga harus menghadapi lawan yang masih punya ambisi besar di akhir musim.
Duel di Stadion Manahan diprediksi berlangsung sengit karena kedua tim sama-sama memburu target penting.
Baca Juga: Megawati Segera Gabung Hyundai Hillstate Akhir Juni, Kondisi Lutut Dipastikan Aman
Bagi Persis, laga ini menjadi pertaruhan hidup mati demi bertahan di kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
Sedangkan bagi Dewa United, kemenangan akan menjadi langkah penting untuk menutup musim dengan posisi terbaik di papan klasemen. (hj/an)
Editor : Andi Aris Widiyanto