Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Napas Laskar Sambernyawa Masih Panjang, Luka Dumancic Buka Suara Soal Emosi di Lapangan: Persis Solo Tetap Solid!

Hernindya Jalu Aditya Mahardika • Rabu, 13 Mei 2026 | 16:22 WIB
Pemain baru Persis Solo Luka Dumancic asal Kroasia.
Pemain Persis Solo Luka Dumancic asal Kroasia.

SOLOBALAPAN, SOLO — Ketegangan yang sempat terlihat di lapangan saat laga Persis Solo menjamu Persebaya Surabaya, Sabtu (9/5/2026), akhirnya diklarifikasi oleh bek asing Laskar Sambernyawa, Luka Dumancic.

Pemain asal Kroasia tersebut menegaskan bahwa luapan emosi yang sempat terekam kamera hanyalah bentuk profesionalitas dan keinginan besar untuk menang.

Meskipun laga berakhir imbang 0-0, harapan Persis untuk bertahan di Super League 2025/2026 kini kembali terbuka menyusul hasil pertandingan tim lain yang menguntungkan posisi mereka.

Emosi di Lapangan Hanya Frustrasi Sesaat

Menanggapi spekulasi adanya keretakan di internal tim karena gestur frustrasi yang ia tunjukkan, Luka Dumancic memastikan bahwa hubungan antar-pemain tetap harmonis.

Baca Juga: Tersentuh Loyalitas Suporter, Milo Tegaskan Persis Solo Wajib Bayar dengan Kemenangan

Baginya, emosi dalam pertandingan dengan tensi tinggi adalah hal yang sangat manusiawi.

"Jika Anda merujuk pada saya yang terkadang terlihat marah, itu biasa terjadi. Terkadang Anda punya rencana aksi di kepala, dan jika tidak berjalan sesuai keinginan, Anda merasa frustrasi," ungkap Luka (12/5/2026).

Luka menekankan bahwa yang terpenting adalah bagaimana tim bereaksi secara positif setelah kejadian tersebut.

"Kami harus saling mendukung. Tidak ada perasaan dendam pribadi, itu hal biasa dalam tensi pertandingan. Yang penting adalah reaksi setelahnya dan terus berjuang untuk rekan setim," tegas bek berusia 27 tahun tersebut.

Dominasi yang Terhalang Ketidaksabaran

Secara teknis, Luka menilai Persis Solo sebenarnya tampil lebih unggul dibandingkan Persebaya, terutama pada babak kedua. Namun, ia mengakui adanya satu faktor krusial yang membuat gol tak kunjung tercipta: ketidaksabaran.

Sejumlah peluang emas gagal dikonversi karena pemain cenderung terburu-buru saat berada di zona final. Evaluasi ini menjadi catatan penting bagi tim asuhan Milomir Seslija untuk menghadapi sisa kompetisi.

Napas Tambahan dari Kekalahan Madura United

Nasib Persis Solo mendapat "angin segar" setelah rival terdekat mereka, Madura United, menelan kekalahan dari Bhayangkara FC.

Hasil ini secara otomatis menunda kepastian degradasi Persis dan memberikan peluang untuk tetap bertahan di kasta tertinggi.

Namun, Luka Dumancic mengingatkan rekan-rekannya untuk tidak bersantai. Syarat untuk bertahan tetap berat:

  1. Wajib Menang: Persis Solo harus menyapu bersih dua laga sisa melawan Dewa United dan Persita Tangerang.

  2. Hasil Madura United: Berharap Madura United kembali tersandung dan gagal meraih poin penuh di pertandingan sisa mereka.

"Kami masih punya dua peluang lagi di dua pertandingan sisa. Kami harus tetap percaya dan berjuang lebih keras lagi," pungkas Luka mengakhiri pembicaraan.

(did)

Editor : Didi Agung Eko Purnomo
#Luka Dumancic #persis solo #laskar sambernyawa