SOLOBALAPAN, SOLO — Wacana penghapusan regulasi wajib memainkan pemain U-23 pada kompetisi Super League musim depan mulai memicu berbagai reaksi dari para penggawa lokal.
Salah satunya datang dari gelandang muda Persis Solo, Althaf Indie, yang menilai aturan tersebut bukan menjadi kendala berarti bagi kariernya.
Menurut Althaf, persaingan dalam dunia sepak bola profesional adalah hal yang mutlak dihadapi setiap pemain.
Baginya, kesempatan tampil di lapangan tidak seharusnya bergantung pada ikatan regulasi usia, melainkan murni berdasarkan kualitas dan kontribusi nyata kepada tim.
Tantangan Bersaing dengan Pemain Asing
Menanggapi isu tersebut, Althaf justru melihat penghapusan regulasi sebagai momentum untuk pembuktian diri.
Ia menegaskan bahwa para pemain lokal, terutama yang berusia muda, harus memiliki mentalitas yang kuat untuk bersaing secara terbuka, bahkan dengan pemain asing sekalipun.
"Bagi saya tidak masalah, apalagi kita pemain lokal ingin bersaing dengan pemain asing. Kita tunjukkan saja di lapangan," ujar Althaf Indie saat sesi konferensi pers usai laga melawan Bhayangkara FC di Stadion Manahan, Rabu (22/4/2026).
Ia menambahkan bahwa keberadaan atau tidaknya aturan tersebut tidak boleh memadamkan motivasi pemain untuk memperebutkan posisi utama.
Mengacu pada Kebijakan PT LIB Sebelumnya
Isu penghapusan aturan U-23 ini sebenarnya bukan hal baru dalam kancah sepak bola nasional. PT Liga Indonesia Baru (LIB) pernah mengambil langkah serupa pada musim 2023/2024 lalu untuk mendukung kebutuhan Timnas Indonesia.
Saat itu, kewajiban memainkan minimal satu pemain muda selama 45 menit dihapuskan setelah mendapatkan restu dari PSSI.
Kini, menjelang musim 2026/2027, wacana tersebut kembali mengemuka. Sejumlah klub dikabarkan mulai bersiap menyusun komposisi skuad yang lebih fleksibel tanpa harus terikat kuota pemain muda dalam starting eleven.
Hal ini diprediksi akan membuat kompetisi berjalan jauh lebih kompetitif karena setiap pemain harus benar-benar menonjol secara performa.
Fokus Bertahan di Kasta Tertinggi
Meskipun wacana musim depan terus bergulir, Althaf mengingatkan rekan-rekannya di Persis Solo untuk tetap fokus pada target jangka pendek.
Saat ini, Laskar Sambernyawa tengah berjuang keras untuk memastikan posisi aman di klasemen agar terhindar dari jurang degradasi.
Bagi Althaf, target yang paling mendesak adalah membawa Persis Solo bertahan di kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
Ia meminta seluruh elemen tim untuk menjaga konsistensi di sisa pertandingan musim ini tanpa terlalu terdistraksi oleh perubahan regulasi di masa mendatang.
"Kita akan berjuang sampai akhir, kita tetap harus tegak dan berharap Persis bisa bertahan di Liga 1," pungkasnya.
(did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo