SOLOBALAPAN, SURAKARTA - Masalah finansial terkait sewa infrastruktur menghinggapi klub kebanggaan warga Solo, Persis Solo.
Berdasarkan data Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Surakarta, manajemen Laskar Sambernyawa tercatat memiliki tunggakan sewa Stadion Manahan yang mencapai angka Rp 2 miliar per 31 Desember 2025.
Meskipun angka tersebut cukup fantastis, Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kota Surakarta tetap menunjukkan sikap optimistis bahwa kewajiban tersebut akan segera diselesaikan melalui komunikasi yang intens.
Komitmen Pembayaran Dicicil
Kepala Dispora Kota Solo, Rini Kusumandari, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menjalin komunikasi dengan manajemen Persis.
Pihak klub telah menyatakan komitmennya untuk melunasi tunggakan tersebut secara bertahap di setiap musim.
"Sudah kita bicarakan dengan manajemen, mereka berkomitmen untuk menyelesaikan di setiap musim. Semoga di setengah musim liga ini mereka bisa menyelesaikan," ujar Rini, Rabu (15/4/2026).
Hingga saat ini, pembayaran yang masuk baru sekitar Rp 40 juta. Angka tersebut merupakan pembayaran berjalan untuk periode tahun 2025.
Meskipun baru sebagian kecil, Dispora mengapresiasi itikad baik manajemen yang terus mencicil kewajiban mereka hingga kini total yang dibayarkan diklaim sudah mencapai ratusan juta rupiah secara akumulatif.
Mekanisme "Duduk Bersama"
Guna memastikan penyelesaian tunggakan berjalan lancar, Dispora berencana menggelar pertemuan formal dengan manajemen Persis Solo.
Pertemuan ini bertujuan untuk membahas mekanisme teknis pembayaran agar tidak mengganggu operasional klub maupun pendapatan daerah.
"Kami akan duduk bersama untuk membahas mekanisme pembayarannya. Ya kita optimis saja karena bagaimanapun Persis Solo ini kan klub kebanggaan Solo," imbuh Rini.
Perlu dicatat bahwa total tunggakan Rp 2 miliar tersebut tidak sepenuhnya berasal dari laga resmi Persis Solo, melainkan akumulasi dari berbagai penggunaan venue lain serta kegiatan seperti fun match di lingkungan Stadion Manahan.
Wali Kota Respati Ardi Angkat Bicara
Wali Kota Solo yang baru, Respati Ardi, mengaku sudah mendengar laporan tersebut namun masih ingin mendalami duduk perkaranya secara menyeluruh sebelum mengambil langkah strategis.
"Nanti akan kita cek dulu, akan kita lihat dulu. Yang penting ini (Stadion Manahan) kita kerjakan dulu," tutur Respati singkat menanggapi persoalan piutang daerah tersebut.
Persoalan ini menjadi tantangan bagi manajemen Persis Solo untuk menyeimbangkan antara prestasi tim di Super League 2025/2026 yang tengah bangkit, dengan kesehatan finansial klub dalam memenuhi kewajiban terhadap infrastruktur milik pemerintah daerah.
Data Tunggakan Stadion Manahan (Per 31 Desember 2025)
-
Total Tunggakan: Sekitar Rp 2 Miliar.
-
Pembayaran Terakhir: Rp 40 Juta (sebagai pembayaran berjalan).
-
Komponen: Sewa pertandingan resmi, fun match, dan penggunaan beberapa venue lain.
-
Status: Proses negosiasi mekanisme pelunasan.
(did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo