SOLOBALAPAN, SURAKARTA - Keberhasilan mengejutkan Timnas Bosnia-Herzegovina melaju ke Piala Dunia 2026 setelah menyingkirkan raksasa Italia lewat adu penalti menjadi perbincangan hangat dunia.
Kesuksesan negara Balkan ini rupanya memicu komentar menarik dari pelatih kepala Persis Solo, Milomir Seslija.
Pelatih asal Bosnia tersebut melihat ada kemiripan pola antara negaranya dengan tren Timnas Indonesia saat ini, terutama dalam pemanfaatan pemain keturunan atau dual citizenship.
Namun, Milo memberikan catatan kritis bagi perkembangan pemain lokal Indonesia.
Belajar dari Pola Pemain Keturunan
Milo menilai keberadaan pemain berdarah campuran yang tumbuh di negara dengan fasilitas sepak bola maju memberikan keuntungan besar bagi Bosnia, serupa dengan strategi yang kini dijalankan PSSI.
Baca Juga: Persis Solo Tahan Imbang PSM di Parepare, Efektivitas Lini Depan Jadi Sorotan
“Beberapa dari mereka (pemain Bosnia) besar di negara yang memiliki fasilitas lebih baik, sama seperti pemain Indonesia yang memiliki dua kewarganegaraan,” ujar Milomir Seslija, Jumat (3/4/2026).
Sentilan untuk Liga Domestik dan Masalah Fisik
Meski memuji progres Timnas Indonesia, pelatih berusia 61 tahun ini menyoroti keterbatasan liga domestik.
Menurutnya, kualitas liga di Bosnia pun tidak terlalu kuat dibandingkan liga-liga Asia seperti Jepang atau Korea Selatan. Karena itu, ia mendorong pemain Indonesia untuk tidak cepat puas bermain di dalam negeri.
Milo secara spesifik menyebut nama-nama seperti Yakob Sayuri, Yance Sayuri, dan Ramadhan Sananta sebagai pemain lokal yang menonjol. Namun, secara umum ia melihat kelemahan utama pemain Indonesia ada pada aspek fisik.
“Kebanyakan pemain Indonesia cepat, tapi secara fisik tidak cukup kuat untuk menghadapi tim yang lebih kuat. Jika ingin berkembang, mereka harus keluar (berkarier di luar negeri) dan menghadapi level yang lebih tinggi,” pungkasnya.
Solusi: Perbanyak Pemain di Liga Top Asia dan Eropa
Milo menyarankan agar lebih banyak pemain Indonesia yang berani merumput di kompetisi yang lebih kompetitif seperti Liga Thailand, Jepang, hingga divisi kedua Inggris.
Baginya, intensitas pertandingan di luar negeri akan mempercepat pematangan mental dan teknis pemain.
“Anda akan menjadi lebih kuat jika bermain di liga yang lebih baik, dengan tim dan pemain yang lebih baik,” tambah pelatih yang akrab disapa Milo tersebut.
Profil Tokoh: Milomir Seslija
-
Nama Lengkap: Milomir Seslija
-
Kelahiran: Sarajevo, Bosnia-Herzegovina, 21 Juli 1964
-
Karier: Pelatih berpengalaman di Liga Indonesia yang pernah menukangi Arema FC, Madura United, hingga PSM Makassar.
-
Reputasi: Dikenal sebagai pelatih yang vokal terhadap kedisiplinan fisik pemain dan memiliki kemampuan memotivasi skuad di tengah keterbatasan fasilitas.
Langkah berani pemain Indonesia untuk berkarier di luar negeri dinilai Milo sebagai fondasi utama jika ingin menyamai kesuksesan Bosnia tampil di panggung tertinggi sepak bola dunia.
(did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo