Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Sentil Kualitas Liga 1, Pelatih Persis Solo Ungkap Rahasia Sukses Negara Kelahirannya Tembus Piala Dunia Usai Depak Italia

Hernindya Jalu Aditya Mahardika • Senin, 6 April 2026 | 17:28 WIB
Milomir Seslija.
Milomir Seslija.

 

SOLOBALAPAN, SURAKARTA - Keberhasilan mengejutkan Timnas Bosnia-Herzegovina melaju ke Piala Dunia 2026 setelah menyingkirkan raksasa Italia lewat adu penalti menjadi perbincangan hangat dunia.

Kesuksesan negara Balkan ini rupanya memicu komentar menarik dari pelatih kepala Persis Solo, Milomir Seslija.

Pelatih asal Bosnia tersebut melihat ada kemiripan pola antara negaranya dengan tren Timnas Indonesia saat ini, terutama dalam pemanfaatan pemain keturunan atau dual citizenship.

Namun, Milo memberikan catatan kritis bagi perkembangan pemain lokal Indonesia.

Belajar dari Pola Pemain Keturunan

Milo menilai keberadaan pemain berdarah campuran yang tumbuh di negara dengan fasilitas sepak bola maju memberikan keuntungan besar bagi Bosnia, serupa dengan strategi yang kini dijalankan PSSI.

Baca Juga: Persis Solo Tahan Imbang PSM di Parepare, Efektivitas Lini Depan Jadi Sorotan

“Beberapa dari mereka (pemain Bosnia) besar di negara yang memiliki fasilitas lebih baik, sama seperti pemain Indonesia yang memiliki dua kewarganegaraan,” ujar Milomir Seslija, Jumat (3/4/2026).

Sentilan untuk Liga Domestik dan Masalah Fisik

Meski memuji progres Timnas Indonesia, pelatih berusia 61 tahun ini menyoroti keterbatasan liga domestik.

Menurutnya, kualitas liga di Bosnia pun tidak terlalu kuat dibandingkan liga-liga Asia seperti Jepang atau Korea Selatan. Karena itu, ia mendorong pemain Indonesia untuk tidak cepat puas bermain di dalam negeri.

Milo secara spesifik menyebut nama-nama seperti Yakob Sayuri, Yance Sayuri, dan Ramadhan Sananta sebagai pemain lokal yang menonjol. Namun, secara umum ia melihat kelemahan utama pemain Indonesia ada pada aspek fisik.

“Kebanyakan pemain Indonesia cepat, tapi secara fisik tidak cukup kuat untuk menghadapi tim yang lebih kuat. Jika ingin berkembang, mereka harus keluar (berkarier di luar negeri) dan menghadapi level yang lebih tinggi,” pungkasnya.

Solusi: Perbanyak Pemain di Liga Top Asia dan Eropa

Milo menyarankan agar lebih banyak pemain Indonesia yang berani merumput di kompetisi yang lebih kompetitif seperti Liga Thailand, Jepang, hingga divisi kedua Inggris.

 Baginya, intensitas pertandingan di luar negeri akan mempercepat pematangan mental dan teknis pemain.

“Anda akan menjadi lebih kuat jika bermain di liga yang lebih baik, dengan tim dan pemain yang lebih baik,” tambah pelatih yang akrab disapa Milo tersebut.

Profil Tokoh: Milomir Seslija

Langkah berani pemain Indonesia untuk berkarier di luar negeri dinilai Milo sebagai fondasi utama jika ingin menyamai kesuksesan Bosnia tampil di panggung tertinggi sepak bola dunia.

(did)

 

Editor : Didi Agung Eko Purnomo
#bosnia #liga 1 #italia #persis solo #piala dunia