SOLOBALAPAN, SURAKARTA - Upaya manajemen Persis Solo untuk meringankan sanksi akibat insiden kericuhan suporter dalam laga melawan Persijap Jepara menemui jalan buntu.
Komite Banding PSSI secara resmi menolak seluruh permohonan banding yang diajukan Laskar Sambernyawa, sekaligus menguatkan keputusan Komite Disiplin (Komdis) PSSI sebelumnya.
Keputusan ini menjadi tamparan keras bagi klub kebanggaan warga Solo tersebut, mengingat sanksi yang dijatuhkan tidak hanya berdampak pada kehadiran penonton di stadion, tetapi juga kerugian finansial yang cukup fantastis bagi kas klub.
Sanksi Tanpa Penonton dan Penutupan Tribun
Berdasarkan amar putusan terbaru, Persis Solo dinyatakan terbukti melanggar Kode Disiplin PSSI Tahun 2025 terkait tanggung jawab klub atas tingkah laku buruk penonton.
Berikut adalah rincian hukuman yang harus dijalani oleh Laskar Sambernyawa:
-
Dua Laga Tanpa Penonton: Persis dilarang menyelenggarakan pertandingan dengan penonton sebanyak dua kali saat menjadi tuan rumah, terhitung sejak keputusan diterbitkan.
-
Penutupan Tribun Utara dan Selatan: Setelah sanksi tanpa penonton usai, Persis wajib menutup sektor Tribun Utara dan Tribun Selatan dalam dua pertandingan kandang berikutnya sebagai hukuman lanjutan.
-
Larangan Atribut Klub: Selama masa penutupan sebagian tribun tersebut, penonton yang hadir di tribun lain tidak diperkenankan mengenakan maupun membawa atribut khas Persis Solo.
Kerugian Finansial Mencapai Rp200 Juta
Tak hanya rugi karena stadion yang bakal sepi, manajemen Persis Solo juga harus menanggung beban finansial yang sangat berat. Selain denda administratif yang diputuskan oleh Komdis, biaya proses banding pun kini hangus begitu saja.
Persis Solo dikenai denda sebesar Rp150 juta.
Tidak hanya itu, uang jaminan banding sebesar Rp50 juta yang sebelumnya telah disetorkan kini dinyatakan hangus dan masuk ke kas PSSI karena permohonan banding ditolak seluruhnya.
Total, Laskar Sambernyawa harus merelakan dana sebesar Rp200 juta akibat insiden ini.
Harapan Manajemen untuk Refleksi Suporter
Pihak manajemen Persis Solo melalui rilis resminya mengonfirmasi hasil pahit tersebut dan berharap sanksi ini menjadi pelajaran berharga bagi seluruh elemen pendukung.
Evaluasi menyeluruh bersama suporter menjadi prioritas agar atmosfer di Stadion Manahan kembali kondusif.
"Keputusan ini menguatkan Keputusan Komite Disiplin PSSI Nomor: 200/L1/SK/KD-PSSI/III/2026 tanggal 11 Maret 2026," tulis pernyataan resmi klub pada Jumat (3/4/2026). Sanksi ini diharapkan menjadi titik balik bagi kedewasaan suporter sepak bola di Surakarta agar tidak merugikan tim kesayangannya di sisa kompetisi.
(did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo