SOLO, SOLOBALAPAN.COM – Persis Solo memang sudah keluar dari zona degradasi. Tapi kalau urusan ketenangan, sepertinya masih jauh dari kata aman—bukan karena lawan, melainkan karena masa depan tim sendiri yang justru belum jelas.
Di atas lapangan, Laskar Sambernyawa masih harus berjibaku dalam sembilan laga sisa BRI Super League 2025/2026. Lawannya pun bukan tim sembarangan—separuhnya adalah penghuni papan atas. Tapi rupanya, tantangan terbesar bukan cuma soal poin.
Di luar lapangan, ada “bom waktu” yang berdetak pelan: kontrak pemain.
Baca Juga: Bruno Gomes Menggila! Gol ke Bali United Disetarakan dengan Jebol Benfica
Berdasarkan data Transfermarkt, lebih dari 20 pemain Persis Solo akan habis kontrak pada 31 Mei 2026. Sebuah angka yang cukup untuk membentuk—atau membubarkan—satu tim sekaligus.
Nama-nama seperti Muhammad Riyandi, Sutanto Tan, Irfan Jauhari, Althaf Indie, hingga Zanadin Fariz masuk dalam daftar tersebut.
Belum lagi talenta muda seperti Arkhan Kaka yang potensinya jelas bukan untuk disia-siakan begitu saja. Tapi sejauh ini, belum ada tanda-tanda mereka akan “diamankan”.
Pertanyaannya sederhana:
apakah ini strategi… atau sekadar menunda keputusan?
Situasi makin menarik ketika melihat pemain berstatus pinjaman. Nama-nama seperti Febri Hariyadi, Yabes Roni, hingga Nico Alfriyanto dan Kadek Raditya juga berada di ujung kontrak. Dipermanenkan? Belum tentu. Dilepas? Bisa jadi.
Dari sektor asing, ceritanya tak jauh beda. Vukasin Vranes, Dusan Mijic, hingga Miroslav Maricic masih menggantung tanpa kejelasan. Padahal beberapa di antaranya sudah mulai nyetel dan memberi kontribusi nyata.
Ironisnya, di tengah situasi yang serba “abu-abu” ini, manajemen Persis Solo memilih satu sikap yang paling konsisten: diam.
Ketika dikonfirmasi, belum ada pernyataan resmi yang keluar. Entah masih menghitung, menimbang, atau mungkin menunggu musim benar-benar selesai—atau menunggu pemainnya lebih dulu pergi.
Di sisi lain, pelatih kepala Milomir Seslija memilih fokus pada hal yang bisa ia kendalikan: pertandingan.
Baca Juga: Mengenal Saint Kitts and Nevis: Calon Lawan Timnas Indonesia yang Ingin 'Rusak Pesta' di GBK!
“Kami sedang bekerja keras untuk mempersiapkan sembilan pertandingan sisa di musim ini,” ujarnya singkat.
Skuad pun dibawa menjalani pemusatan latihan di Yogyakarta pada 25–28 Maret. Latihan tetap berjalan. Persiapan tetap serius. Seolah semuanya baik-baik saja.
Padahal, di balik itu, masa depan tim sedang menggantung.
Sembilan laga tersisa memang penting untuk menentukan posisi akhir di klasemen. Tapi di Persis Solo saat ini, yang lebih mendesak bukan hanya soal bertahan di liga—melainkan memastikan siapa yang masih akan bertahan setelah musim benar-benar usai.
Karena kalau dibiarkan terlalu lama, bukan tidak mungkin yang tersisa nanti bukan lagi tim…
melainkan hanya kenangan satu musim. (hj/an)