Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Sanksi 'Sadis' Komdis PSSI: Persis Solo Kena Denda Rp135 Juta dan 'Hutang' Laga Tanpa Penonton Musim Depan!

Hernindya Jalu Aditya Mahardika • Sabtu, 14 Maret 2026 | 14:41 WIB

Suporter Persijap dan Persis Solo saat saling lempar di Stadion GBK, Kamis (5/3/2026) malam.
Suporter Persijap dan Persis Solo saat saling lempar di Stadion GBK, Kamis (5/3/2026) malam.

SOLOBALAPAN.COM – Manajemen Persis Solo meradang. Keputusan Komite Disiplin (Komdis) PSSI menjatuhkan sanksi berat buntut bentrokan suporter dalam laga tandang melawan Persijap Jepara, Kamis (5/3/2026), dinilai tidak adil.

Laskar Sambernyawa tidak hanya didenda ratusan juta, tapi juga dilarang didampingi suporter setianya hingga musim depan.

Hukuman ini terasa "sadis" karena Persis dijatuhi sanksi lima pertandingan kandang tanpa penonton.

Padahal, jadwal musim ini hanya menyisakan empat laga kandang. Artinya, Persis masih memiliki "utang" satu laga tanpa penonton yang harus dijalani pada musim berikutnya.

Ironi Tiket Rp115 Juta Berujung Denda Rp135 Juta

Direktur PT Persis Solo Saestu, Ginda Ferachtriawan, membeberkan fakta pahit.

Sekitar 800 suporter Persis Solo sebenarnya hadir di Jepara dengan modal tiket resmi yang total nilainya mencapai Rp115 juta.

Namun, niat mendukung tim dengan membeli tiket lewat jalur resmi ini justru berakhir tragis bagi kas klub.

Persis Solo kini harus membayar denda tambahan Rp135 juta kepada PSSI.

“Rp115 juta lebih untuk pembelian tiket teman-teman kepada Jepara. Kita tidak tahu hal apa pun tentang itu, dan ketika terjadi kericuhan sampai ada kerusakan, kok jadi kita yang kena imbasnya,” keluh Ginda dengan nada kecewa.

Kejanggalan Sanksi: Kembang Api dari Luar Stadion?

Manajemen Persis Solo juga menyoroti kejanggalan dalam laporan Komdis PSSI.

Salah satu poin sanksi menyebutkan adanya penyalaan kembang api di tribun VIP. Padahal, bukti rekaman video menunjukkan hal yang berbeda.

“Kita lagi mencari info, karena salah satu keputusan menyebut penyalaan kembang api di tribun VIP. Padahal kalau kita lihat di video, ada penyalaan kembang api dari luar stadion,” jelas Ginda.

Ginda menegaskan bahwa suporter Solo sebenarnya tidak memiliki niat merusak.

Situasi yang memanas di tribun murni karena tensi pertandingan yang meninggi di menit-menit akhir, bukan tindakan yang direncanakan.

Bakal Ajukan Banding

Tak tinggal diam, Persis Solo berencana mengajukan banding atas keputusan tersebut.

Manajemen menuntut evaluasi yang lebih objektif dan mempertanyakan mengapa rekam jejak Persis yang selalu kondusif saat laga kandang tidak menjadi pertimbangan.

“Kita kemungkinan besar akan banding. Selama tampil di kandang tidak ada masalah, kenapa sekarang terkena sanksi berat?” pungkasnya.

Sebagai informasi, pihak tuan rumah Persijap Jepara juga tak luput dari sanksi.

Laskar Kalinyamat dijatuhi denda total Rp195 juta dan hukuman lima pertandingan kandang tanpa penonton. (hj/dam)

 

Editor : Damianus Bram
#kerusakan #kembang api #persijap jepara #persis solo #denda #komdis pssi #sanksi