SOLOBALAPAN.COM – Laga bertajuk Derby Jawa Tengah antara Persis Solo melawan Persijap Jepara dalam lanjutan BRI Super League 2025/2026, Kamis (5/3/2026) malam, berakhir tragis.
Pertandingan yang digelar di Stadion Gelora Bumi Kartini (GBK) tersebut diwarnai kericuhan hebat antarsuporter yang berujung pada kerusakan fasilitas stadion hingga kendaraan.
Kondisi mencekam ini bermula dari tribun penonton yang kemudian merembet hingga ke area luar stadion dan terminal bus di Jepara.
Pemicu: Saling Ejek dan Aksi Provokatif di Tribun
Kapolres Jepara, AKBP Hadi Kristanto, menjelaskan bahwa pihak kepolisian sebenarnya sudah melakukan pengamanan berlapis.
Namun, tensi tinggi pertandingan membuat situasi sulit dikendalikan sejak menit-menit awal.
Baca Juga: Derbi Jateng Membara! Persijap vs Persis Solo: Duel Hidup Mati Keluar dari Zona Degradasi
"Awalnya dari saling ejek, kemudian muncul gerakan-gerakan provokatif. Di beberapa titik, oknum suporter dari Solo mencabut kursi stadion dan melemparkannya ke arah suporter Persijap," ungkap AKBP Hadi.
Menjelang peluit panjang, situasi semakin chaos.
Para koordinator lapangan (korlap) dari kedua kubu dilaporkan sudah tidak mampu meredam emosi massa yang kadung memanas, sehingga aparat kepolisian terpaksa masuk ke tengah tribun untuk memisahkan kedua kelompok.
Aksi Pencegatan di Luar Stadion dan Kerusakan Kendaraan
Meski kondisi di dalam stadion sempat diredam, kerusuhan justru pecah di luar area pertandingan.
Sejumlah suporter Persijap dikabarkan tidak langsung membubarkan diri, melainkan berkumpul di sepanjang jalan menuju terminal yang menjadi titik kumpul armada suporter Persis Solo.
Akibatnya, bentrokan tak terhindarkan terjadi di area publik.
"Mereka berkumpul sampai ke titik armada suporter Persis Solo di terminal. Terjadi kerusakan kendaraan dan fasilitas umum di sana," tambah Kapolres.
Informasi dari perwakilan suporter Ultras 1923, Beto, membenarkan adanya kerusakan pada armada bus dan mobil pribadi yang membawa suporter Persis Solo.
"Informasi yang saya terima, beberapa armada rusak seperti kaca pecah saat keluar dari Jepara. Yang paling parah adalah suporter yang menggunakan mobil pribadi.
Namun, kondisi teman-teman relatif aman dengan luka minim," ujar Beto kepada tim Jawa Pos Radar Solo.
Bayang-bayang Sanksi Komdis PSSI
Insiden memilukan ini dipastikan bakal berbuntut panjang.
Kerusakan fasilitas stadion milik Pemerintah Kabupaten Jepara serta kerusuhan massal ini berpotensi besar menghadirkan sanksi berat dari operator liga maupun Komisi Disiplin (Komdis) PSSI.
Selain denda materiil, kedua tim terancam hukuman laga tanpa penonton hingga larangan bagi suporter untuk melakukan laga tandang di sisa musim ini.
Kejadian ini menjadi rapor merah bagi sepak bola Jawa Tengah yang tengah berupaya bangkit di kasta tertinggi. (hj/nik)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo