SOLOBALAPAN.COM, SOLO – Kutukan tanpa kemenangan yang selama ini membelenggu Persis Solo akhirnya resmi terhapus di Stadion Manahan.
Menjamu Persik Kediri pada pekan ke-23 BRI Super League 2025/2026, Minggu (1/3/2026) malam, skuad berjuluk Laskar Sambernyawa sukses memetik kemenangan dramatis dengan skor 2-1.
Laga ini bukan sekadar perebutan tiga poin biasa, melainkan ujian hidup mati bagi pelatih kepala Milomir Seslija yang sebelumnya dibebani ultimatum wajib meraih enam poin dalam dua laga beruntun jika tidak ingin terdepak dari Kota Bengawan.
Saling Berbalas Gol di Babak Pertama
Tampil di hadapan ribuan suporternya sendiri, Persis Solo langsung mengambil inisiatif serangan sejak peluit awal dibunyikan.
Setelah beberapa kali percobaan, Manahan akhirnya bergemuruh pada menit ke-21.
Bruno Gomes sukses memecah kebuntuan lewat penyelesaian akhir yang tenang usai menerima umpan matang dari Dimitri Lima. Skor 1-0 untuk keunggulan tuan rumah.
Namun, keunggulan tersebut tidak bertahan lama. Persik Kediri berhasil merespons dan menyamakan kedudukan menjadi 1-1 pada menit ke-30.
Striker andalan mereka, Jose Enrique, cerdik lolos dari jebakan offside lini pertahanan Persis dan menaklukkan kiper Leonardo Navacchio. Skor imbang bertahan hingga turun minum.
Kartu Merah, Penalti, dan Kepahlawanan Riyandi
Memasuki babak kedua, Coach Milo melakukan sejumlah perubahan taktik krusial.
Irfan Jauhari, Jefferson Carioca, dan penjaga gawang Riyandi (menggantikan Vukasin Vranes) dimasukkan untuk menambah daya gedor dan stabilitas tim.
Ketegangan mencapai puncaknya pada menit ke-82.
Petaka menimpa Persis Solo ketika wasit menunjuk titik putih sekaligus memberikan kartu merah kepada Althaf akibat handsball di dalam kotak penalti.
Dalam situasi kritis kalah jumlah pemain, Riyandi tampil sebagai pahlawan sesungguhnya.
Ia secara gemilang berhasil menepis tendangan penalti yang dieksekusi oleh Ezra Walian, menyelamatkan wajah Laskar Sambernyawa dari kebobolan.
Momen magis itu rupanya membakar semangat juang Persis.
Hanya berselang tiga menit (85'), Roman Paparyha berhasil menyambar bola rebound liar dan merobek jala gawang Persik, membawa Persis kembali unggul 2-1.
Di masa injury time, Riyandi kembali melakukan penyelamatan krusial yang memastikan tiga poin tetap berada di Solo.
Respons Kedua Pelatih
Kemenangan dramatis ini membuat Milomir Seslija bernapas lega.
Ia sangat mengapresiasi mentalitas anak asuhnya yang pantang menyerah meski harus bermain dengan 10 orang di menit-menit krusial.
"Kami tidak punya alasan untuk tidak menang hari ini. Pemain menunjukkan karakter dan determinasi. Roman mencetak gol yang tidak mudah dan Riyandi melakukan penyelamatan penting," puji pelatih yang akrab disapa Milo tersebut.
Di kubu seberang, Pelatih Persik Kediri, Marcos Reina, tak bisa menyembunyikan kekecewaannya.
"Saya tidak senang dengan hasil ini. Persik seperti kehilangan semangat dan energi. Ini laga terburuk sejak saya datang," tegasnya.
Angin Segar di Papan Bawah
Tambahan tiga poin berharga ini sukses mengangkat posisi Persis Solo naik satu setrip ke peringkat ke-17 klasemen sementara.
Dari 23 laga, mereka kini mengoleksi 16 poin (3 menang, 7 imbang, 13 kalah), menggeser Semen Padang ke dasar klasemen.
Kemenangan ini membuka asa bagi Laskar Sambernyawa untuk segera keluar dari zona degradasi.
Kini, mereka hanya terpaut jarak tipis dari tim-tim di atasnya, seperti PSBS Biak (18 poin) dan Persijap Jepara (19 poin). (did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo