Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Jelang Laga Persis Solo Kontra Persik Kediri, Milomir Seslija Sebut Rentetan Kesialan Laskar Sambernyawa di Luar Nalar

Hernindya Jalu Aditya Mahardika • Minggu, 1 Maret 2026 | 16:20 WIB

Dusan Mijic (kiri) saat laga imbang Persis Solo melawan Madura United.
Dusan Mijic (kiri) saat laga imbang Persis Solo melawan Madura United.

SOLOBALAPAN.COM, SOLO – Rentetan hasil imbang dan kegagalan meraih kemenangan di tiga laga terakhir membuat Persis Solo kian terbenam di dasar klasemen sementara Super League 2025/2026.

Situasi pelik ini tak ayal membuat seluruh elemen klub, termasuk sang pelatih kepala Milomir Seslija, merasa sangat frustrasi.

Saking frustrasinya melihat anak asuhnya selalu gagal mengonversi banyak peluang menjadi gol, pelatih berusia 61 tahun itu sampai melontarkan pernyataan yang cukup mengejutkan.

Ia merasa Laskar Sambernyawa seolah sedang dikutuk atau terkena "sihir".

Curiga Ada Sihir dan Kesialan Beruntun

Ungkapan bernada keputusasaan tersebut disampaikan Coach Milo secara langsung saat menghadiri forum terbuka bersama para suporter di Solo pada Kamis (26/2/2026) malam.

"Namun saya bisa bilang sepanjang hidup saya, tidak pernah seperti ini. Saya pikir seseorang telah menyumpahi kita, bayangkan ini seperti sihir," ucap Milomir Seslija di hadapan suporter.

Ia merasa rentetan kesialan yang menimpa timnya sudah berada di luar batas nalar dan taktik sepak bola.

Baca Juga: Kabar Buruk Persis Solo Jelang Jamu Persik Kediri: Milo Pastikan Febri Hariyadi Absen Panjang Akibat Cedera Serius

Mulai dari kegagalan mengeksekusi penalti hingga penampilan kiper lawan yang tiba-tiba selalu tampil on fire saat menghadapi Persis Solo.

"Cukup aneh juga jika kita tidak bisa mencetak gol karena kita memiliki banyak peluang. Misalnya ada kejadian kita tidak bisa cetak gol penalti, ada kiper yang bermain bagus, itu di luar kuasa saya," keluhnya.

Soroti Pemain Egois dan Sentil Pelatih Sebelumnya

Selain faktor "nasib buruk", Milo juga menyoroti masalah teknis, yakni buruknya pengambilan keputusan (decision making) para pemain di sepertiga akhir lapangan.

Ia menilai di lima laga terakhir, beberapa punggawa Persis Solo tampil terlalu egois demi ambisi menjadi pahlawan penyelamat tim.

"Dua laga terakhir kita berhasil menciptakan banyak peluang tapi minim gol.

Ini bukan masalah taktik teman-teman, kita memiliki kreativitas tapi masalahnya adalah saat mengambil keputusan.

Terkadang beberapa pemain bersikap egois," tegasnya.

Untuk mengatasi "penyakit" ini, Milo menerapkan program latihan penyelesaian akhir (finishing) yang lebih detail.

Dalam kesempatan yang sama, ia bahkan secara blak-blakan menyentil metode kepelatihan era sebelumnya yang dianggap abai terhadap aspek krusial tersebut.

"Pelatih sebelum saya tidak memiliki program latihan (penyelesaian akhir). Saya mengubah banyak porsi latihan menyesuaikan kebutuhan, apalagi pemain kurang lebih cukup egois dengan penyelesaian yang kurang baik," bebernya.

Laga Penentuan Kontra Persik Kediri

Kini, seluruh perubahan taktik dan mentalitas tersebut akan diuji dalam laga krusial melawan Persik Kediri pada Minggu (1/3/2026) hari ini di Stadion Manahan.

Bagi Milo, pertandingan ini bukan sekadar upaya meloloskan tim dari jerat degradasi, tetapi juga menyangkut nasibnya di kursi pelatih.

Manajemen telah memberikan ultimatum tegas agar ia mampu meraup 6 poin penuh dari dua laga kandang melawan Persik Kediri dan Persijap Jepara.

Jika kembali gagal meraup poin penuh sore ini, Laskar Sambernyawa akan semakin sulit bertahan di Super League musim depan. (did)

Editor : Didi Agung Eko Purnomo
#milomir seslija #persik kediri #persis solo #laskar sambernyawa