SOLOBALAPAN.COM, SOLO – Tren tanpa kemenangan yang terus membayangi Persis Solo memicu keresahan mendalam di kalangan suporter.
Dalam tiga laga terakhir, Laskar Sambernyawa hanya mampu memetik hasil imbang, membuat posisi mereka semakin terhimpit di papan bawah klasemen kompetisi.
Sorotan tajam publik nyatanya tidak hanya tertuju pada hasil akhir laga.
Pola permainan skuad kebanggaan warga Kota Bengawan ini dinilai selalu mengalami penurunan drastis saat memasuki babak kedua.
Laga melawan PSBS Biak pada Sabtu (21/2/2026) lalu menjadi contoh nyata, di mana Persis tampil menjanjikan di babak pertama, namun kedodoran usai turun minum hingga akhirnya kebobolan.
Kritik Suporter dan Jawaban Coach Milo
Kondisi tersebut sempat memicu polemik.
Banyak suporter menilai pelatih Milomir Seslija telah keliru mengambil keputusan taktik, terutama saat menarik keluar Dimitri Lima yang tampil apik di paruh pertama.
Menjawab keresahan tersebut, pelatih yang akrab disapa Coach Milo itu hadir langsung dalam forum bersama suporter di Persis Store & Cafe, Kamis (26/2/2026) malam.
Ia tak menghindar dari kritik dan blak-blakan membongkar akar masalahnya.
Menurut pelatih asal Bosnia tersebut, persoalan utama tim saat ini bukanlah sekadar taktik, melainkan masalah kebugaran fisik (match fitness) para pemain rekrutan baru.
"Karena banyak pemain yang datang ke Persis tidak memiliki waktu bermain selama 2-3 bulan, mereka tidak memiliki kebugaran untuk bermain. Di arena ini, mereka belum pernah bermain lagi karena liganya berhenti," ungkap Milo di hadapan suporter.
Kasus Dimitri Lima: Ditarik karena Kelelahan Ekstrem
Milo mencontohkan secara spesifik kasus Dimitri Lima yang belakangan sering dipertanyakan publik.
Ia menjelaskan bahwa sang pemain terakhir kali tampil kompetitif pada bulan November di Liga Korea.
Jeda panjang 2,5 bulan itu membuat level kebugarannya belum pulih 100 persen.
Bahkan, keputusan mengganti Dimitri murni didasarkan pada data alat pelacak kebugaran dan komunikasi langsung di lapangan, bukan keputusan emosional.
"Kami memiliki alat pelacak kebugaran pemain dan setelah kami mengganti Dimitri yang bermain 60 menit, dia berkata, 'Jika saya bermain lebih dari satu menit lagi Coach, saya akan mati karena tidak bisa bergerak,'" beber Milo menirukan ucapan anak asuhnya.
Keluarnya Dimitri turut merusak keseimbangan lini tengah Persis.
Zanadin dan Alba dilaporkan sudah kelelahan, sementara chemistry antar pemain baru di lapangan belum sepenuhnya terbentuk.
Pertaruhan Nasib di Dua Laga Kandang
Penjelasan Milo memberikan gambaran nyata bahwa problem Persis Solo saat ini sangat kompleks, melibatkan proses adaptasi fisik di tengah ketatnya jadwal kompetisi.
Namun, waktu bagi sang pelatih untuk terus beralasan kini semakin menipis.
Manajemen telah menjatuhkan ultimatum tegas: Persis wajib mengamankan 6 poin di dua laga ke depan melawan Persik Kediri dan Persijap Jepara.
Dua laga ini akan menjadi panggung pembuktian krusial. Jika kembali terpeleset, tekanan terhadap kursi pelatih dipastikan akan semakin brutal.
Namun, jika sapu bersih kemenangan berhasil diraih, ini akan menjadi titik balik kebangkitan Laskar Sambernyawa. (hj/did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo