SOLOBALAPAN.COM – Kursi pelatih Persis Solo yang diduduki Milomir Seslija mendadak panas membara.
Baru dua bulan menjabat, pelatih asal Bosnia-Herzegovina tersebut kini berada di ujung tanduk setelah pihak manajemen melayangkan ultimatum keras terkait masa depannya.
Manajemen Laskar Sambernyawa secara resmi memberikan target yang tidak bisa ditawar lagi: Wajib meraih enam poin dalam dua laga ke depan.
Misi Mustahil: Sapu Bersih Lawan Persik dan Persijap
Target ini menjadi syarat mutlak jika Coach Milo ingin tetap bertahan di Kota Bengawan.
Dua laga krusial akan menjadi penentu nasibnya, yakni laga antara Persis Solo vs Persik Kediri pada Minggu, 1 Maret 2026 dan laga Persis Solo vs Persijap Jepara, Kamis, 5 Maret 2026.
“Pelatih kepala tim utama, Milomir Seslija akan diberi target enam poin untuk dua laga ke depan,” tulis pernyataan resmi klub, mempertegas posisi Milo yang kini terancam pemecatan jika gagal memenuhi target tersebut.
Lima Laga Tanpa Kemenangan, Persis Terbenam di Dasar Klasemen
Ketegasan manajemen ini bukan tanpa alasan. Persis Solo tercatat belum pernah merasakan manisnya kemenangan dalam lima laga terakhir, dengan rincian dua kali kalah dan tiga kali imbang.
Rangkaian hasil minor ini membuat Laskar Sambernyawa terpuruk di posisi juru kunci klasemen sementara dengan hanya mengoleksi 13 poin dari 22 laga.
Persis kini terpaut selisih lima poin dari PSBS Biak yang berada di batas aman.
Manajemen menyatakan akan terus memberikan evaluasi berkala demi satu tujuan utama: Bertahan di kasta tertinggi musim depan.
Respons Milomir Seslija: "Sepak Bola Itu Kejam"
Menanggapi situasi sulit ini, Coach Milo enggan menyalahkan anak asuhnya. Ia menyadari tekanan besar yang ada di pundaknya saat ini.
“Sepak bola memang kejam. Saya tidak bisa mengomentari apa pun soal penampilan para pemain. Mereka sudah mengeluarkan semua kemampuan yang dimilikinya,” ujar Milo usai timnya ditahan imbang PSBS Biak beberapa waktu lalu.
Kini, bola panas ada di tangan Milomir Seslija. Mampukah ia membuktikan tangan dinginnya dan menyelamatkan Persis Solo dari jurang degradasi, atau justru laga kontra Persijap nanti menjadi perpisahan pahit bagi sang pelatih? (dam)
Editor : Damianus Bram