SOLOBALAPAN.COM, SOLO – Kesabaran manajemen dan suporter Persis Solo tampaknya sudah mencapai ambang batas.
Rentetan hasil minor yang dituai Laskar Sambernyawa, terakhir saat ditahan imbang PSBS Biak di Stadion Manahan pada pekan ke-22 BRI Super League 2025/2026, membuat posisi pelatih kepala Milomir Seslija berada di ujung tanduk.
Di tengah derasnya desakan agar dirinya mundur, manajemen Persis Solo akhirnya mengambil langkah tegas dengan melayangkan ultimatum.
Pembelaan Milo: Skuad Masih Butuh Adaptasi
Menghadapi tekanan bertubi-tubi dari publik Kota Bengawan, pelatih asal Bosnia yang akrab disapa Coach Milo itu sempat meminta ruang dan waktu agar timnya bisa berproses.
Milo berdalih, ketidakstabilan performa saat ini tak lepas dari perombakan besar-besaran pada bursa transfer paruh musim.
Masuknya wajah-wajah baru yang mengisi hampir separuh komposisi tim membuat penyatuan chemistry di atas lapangan membutuhkan waktu lebih lama.
"Kita punya banyak pemain baru dan kita sedang membangun tim supaya jadi lebih bagus. Untuk tim yang baru terbentuk kita masih butuh waktu untuk beradaptasi," bela Milo usai laga kontra PSBS Biak.
Ia bahkan memberikan contoh spesifik terkait kendala tersebut.
"Sebagai contoh, ada striker yang baru datang empat hari lalu dan kita memerlukan waktu supaya tim bisa beradaptasi," ucapnya.
Meski minim gol, Milo bersikukuh bahwa secara taktik dan penciptaan peluang, Persis bermain jauh lebih baik dari lawannya.
Ultimatum Manajemen: 6 Poin Harga Mati!
Sayangnya, dalih adaptasi tersebut tak lagi sejalan dengan tuntutan publik dan urgensi tim yang butuh hasil instan untuk selamat dari jurang degradasi.
Melalui evaluasi menyeluruh, manajemen Persis Solo memutuskan untuk tidak lagi menunggu.
"Lewat evaluasi menyeluruh yang dilakukan oleh jajaran direksi dan manajemen, Persis dengan ini menyatakan bahwa Pelatih Kepala Tim Utama, Milomir Seslija akan diberi target 6 poin untuk dua laga ke depan," bunyi pernyataan resmi klub.
Dua laga krusial yang menjadi penentu nasib Milo tersebut adalah:
-
Pekan ke-23: Laga Kandang vs Persik Kediri (Minggu, 1/3)
-
Pekan ke-24: Laga Tandang vs Persijap Jepara (Kamis, 5/3)
Target menyapu bersih 6 poin ini menjadi batas minimal yang wajib dipenuhi.
Manajemen menegaskan bahwa hasil jangka pendek adalah prioritas utama saat ini demi menjaga asa Laskar Sambernyawa tetap berlaga di kasta tertinggi musim depan.
Kini, masa depan Coach Milo benar-benar dipertaruhkan. Dua laga ke depan akan menjadi ajang pembuktian hidup dan mati, apakah waktu adaptasi yang ia minta sepadan dengan kemenangan yang didapat, atau justru berujung pada perpisahan. (did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo