Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Kutukan Manahan Belum Sirna! Langkah Persis Solo Keluar dari Zona Degradasi Makin Terjal, Milo: Inilah Kejamnya Sepak Bola

Hernindya Jalu Aditya Mahardika • Senin, 23 Februari 2026 | 15:03 WIB

Laga Persis Solo melawan PSBS Biak di Stadion Manahan, Sabtu malam (21/2/2026).
Laga Persis Solo melawan PSBS Biak di Stadion Manahan, Sabtu malam (21/2/2026).

SOLOBALAPAN.COM, SOLO – Harapan Laskar Sambernyawa untuk mematahkan rentetan hasil buruk di kandang sendiri kembali berujung pilu.

Menjamu PSBS Biak pada laga pekan ke-22 BRI Super League 2025/2026 di Stadion Manahan, Sabtu (21/2/2026) malam, Persis Solo harus puas menyudahi laga dengan skor imbang 1-1.

Disaksikan langsung oleh 5.414 pasang mata, hasil ini tak hanya mengubur asa tiga poin, tetapi juga memperpanjang "kutukan" tanpa kemenangan Persis saat bermain di rumah sendiri.

Baca Juga: Lakoni Debut Bareng Persis Solo, Performa Febri Hariyadi Disorot Coach Milo: Main Bagus Tapi...

Momen Haru 'Satu Jiwa' Sebelum Peluit Berbunyi

Sebelum laga dimulai, atmosfer Stadion Manahan sempat diselimuti keharuan.

Ribuan suporter yang hadir serentak menyanyikan anthem kebanggaan, "Satu Jiwa".

Gemuruh nyanyian ini didedikasikan sebagai penghormatan terakhir untuk mendiang Hendra Gunawan bin Alwi Yuswo alias Zoelham, sang pencipta lagu yang baru saja berpulang beberapa hari lalu.

Dominasi yang Berujung Frustrasi

Memasuki jalannya laga, kedua tim bermain cukup berhati-hati di menit-menit awal.

Persis Solo perlahan mulai mengambil alih kendali permainan. Ancaman perdana datang dari Bruno Gomes di menit ke-12, meski sundulannya masih mampu diamankan kiper PSBS, Kadu.

Kebuntuan publik tuan rumah akhirnya pecah pada menit ke-29.

Memanfaatkan umpan matang dari Zanadin Faris, Dimitri Lima sukses mencatatkan namanya di papan skor. Keunggulan 1-0 untuk Persis bertahan hingga turun minum.

Di babak kedua, intensitas serangan Laskar Sambernyawa tak mengendur. Sayangnya, penyelesaian akhir (finishing) kembali menjadi hantu bagi lini serang tuan rumah.

Petaka justru datang di sepuluh menit terakhir.

Kerja keras skuad Badai Pasifik membuahkan hasil pada menit ke-80 lewat sundulan Luquinhas yang gagal dijangkau oleh Vukasin Curanes.

Skor berubah 1-1. Persis sejatinya nyaris membalikkan keadaan di masa injury time lewat peluang Arkhan Kaka, namun kesigapan Kadu di bawah mistar gawang PSBS memastikan laga berakhir tanpa pemenang.

Kejamnya Sepak Bola dan Tuntutan Evaluasi

Menanggapi hasil ini, Pelatih PSBS Biak, Marian Mihail, mengapresiasi kerja keras anak asuhnya. "Kami bermain sesuai rencana latihan.

Malam ini kami agresif dan hasilnya bisa dilihat sendiri," pujinya.

Baca Juga: Drama Menit 81 di Manahan: Persis Solo Gagal Menang, 'Kutukan' Kandang Berlanjut!

Di sisi lain, raut kekecewaan tak bisa disembunyikan oleh arsitek Persis Solo, Milomir Seslija.

Pelatih yang akrab disapa Milo itu merasa timnya jauh lebih layak menang melihat dominasi yang ada di atas lapangan.

"Hari ini kami bermain baik dan menciptakan banyak peluang. Sementara lawan hanya punya satu crossing dan berbuah gol. Inilah kejamnya sepak bola. Anak-anak sudah memberikan segalanya," keluh Milo.

Hasil imbang ini kian membenamkan Persis Solo di dasar klasemen sementara.

Terperangkap di peringkat ke-18 dengan koleksi 13 poin, Persis kini terpaut tiga angka dari Semen Padang FC (posisi 17) dan lima angka dari PSBS Biak (posisi 16).

Skuad asuhan Milo kini dituntut untuk menunjukkan mentalitas pantang menyerah.

Evaluasi mendalam wajib dilakukan agar para penggawa Persis bisa tampil minimal 1 persen lebih baik setiap harinya, membuktikan pertumbuhan karakter dan kedewasaan mereka di sisa laga musim ini demi bisa lolos dari jerat degradasi. (did)

Editor : Didi Agung Eko Purnomo
#zona degradasi #milo #persis solo #manahan