SOLOBALAPAN.COM, SOLO – Kabar mengejutkan datang dari kubu Persis Solo menjelang detik-detik penutupan bursa transfer Super League 2025/2026.
Manajemen Laskar Sambernyawa secara resmi mengumumkan batalnya perekrutan striker anyar asal Brasil, Clayton Da Silveira Da Silva, pada Rabu malam (4/2/2026).
Padahal, sang pemain sudah diperkenalkan, bahkan telah mendapatkan nomor punggung 9 dan disahkan oleh operator liga (LIB).
Namun, surat mendadak dari PSSI yang terbit pada awal pekan ini mengubah segalanya, memupus harapan Cleyton untuk merumput di Manahan.
Terganjal Surat PSSI di Detik Akhir
Keputusan pahit ini bermula ketika PSSI menerbitkan Surat Pemberitahuan Pemain Asing Nomor 447/UDN/275/II-2026 pada Senin, 2 Februari 2026.
Dalam surat tersebut, otoritas sepak bola nasional menyatakan bahwa Clayton tidak memenuhi syarat verifikasi untuk bermain di kompetisi kasta tertinggi Indonesia musim ini.
Manajemen Persis Solo pun angkat bicara.
Dalam pernyataan resminya, klub menegaskan bahwa mereka sejatinya telah menjalankan prosedur verifikasi yang sangat ketat dan berlapis sebelum mendaftarkan sang pemain.
Kronologi Verifikasi Versi Persis Solo
Persis Solo merasa telah "di-prank" oleh situasi ini, mengingat mereka telah mengantongi izin dari berbagai federasi internasional sebelum PSSI mengeluarkan pembatalan.
Berikut adalah kronologi verifikasi legalitas Cleyton yang diklaim Persis Solo:
-
24 Januari: Persis menerima surat dari Diamond Harbour FC (India) dan AIFF (Federasi India) yang menyatakan kontrak Cleyton berakhir 23 Januari.
Di India, Cleyton hanya bermain di laga eksebisi Durand Cup 2025, bukan di Liga Nasional (I-League/ISL).
-
26 Januari: Federasi Sepakbola Malaysia (FAM) mengonfirmasi Cleyton terakhir terdaftar secara profesional di Perak FC (Malaysia Super League 2024/2025).
-
29 Januari: Persis menerima International Transfer Certificate (ITC) dari FIFA, tanda bahwa pemain bebas transfer.
-
30 Januari: PSSI memverifikasi status Cleyton di sistem SIAP, dan LIB mengesahkannya sebagai pemain Persis dengan nomor punggung 9.
-
2 Februari: PSSI mengirim surat pembatalan yang menyatakan pemain tidak lolos syarat verifikasi.
Hormati Keputusan dan Cari Pengganti
Meskipun merasa telah mengikuti seluruh regulasi dengan benar, manajemen Persis Solo memilih untuk menghormati keputusan federasi.
Klub menyatakan bahwa sistem pendaftaran memang hanya bisa disahkan final oleh PSSI dan LIB selaku operator.
"Sebagai klub profesional, Persis sudah melakukan langkah verifikasi dan memastikan keabsahan statusnya kepada berbagai pihak sebelum meregistrasikan Cleyton," tulis pernyataan resmi klub.
Kini, Laskar Sambernyawa harus berpacu dengan waktu.
Dengan batalnya Cleyton, Persis Solo harus segera mencari opsi penyerang asing alternatif untuk mengisi kekosongan di lini depan sebelum jendela transfer benar-benar tertutup rapat. (did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo