SOLOBALAPAN.COM – Manajemen Persis Solo mengguncang publik sepak bola Surakarta dengan keputusan yang sangat kontroversial jelang penutupan bursa transfer paruh musim, Rabu (4/2/2026).
Tanpa ada isu cedera atau penurunan performa yang signifikan, Laskar Sambernyawa resmi meminjamkan dua bintang asal Jepang, Sho Yamamoto dan Kodai Tanaka, hingga akhir musim.
Langkah ini langsung memicu gelombang protes dari suporter di media sosial.
Pasalnya, kedua pemain tersebut merupakan "nyawa" permainan Persis sepanjang putaran pertama BRI Super League 2025/2026.
Lepas Kapten dan Mesin Gol
Sho Yamamoto bukan sekadar pemain biasa; ia adalah kapten tim yang tampil konsisten dalam 15 dari 19 pertandingan Persis sejak awal musim.
Manajemen mengonfirmasi bahwa Sho akan menjalani masa peminjaman hingga akhir musim ini tanpa menyebutkan klub tujuannya.
Nasib serupa dialami oleh Kodai Tanaka. Keputusan meminjamkan Tanaka terasa ironis mengingat ia adalah top scorer sementara Persis Solo dengan torehan tujuh gol dari 19 penampilan.
Kehilangan striker paling tajam di tengah perjuangan untuk bertahan di liga teratas tentu menjadi perjudian besar bagi manajemen.
Perombakan Skuad Asing dan Kegagalan Clayton Silva
Pelepasan duo Jepang ini dilakukan di tengah agresivitas Persis yang mendatangkan sembilan pemain asing baru.
Nama-nama seperti Vukasin Vranes, Dusan Mijic, hingga mantan striker Timnas Brazil U-23, Clayton Silva, sempat diperkenalkan ke publik.
Namun, kabar buruk kembali menerpa karena Clayton Silva dipastikan tidak bisa membela Persis Solo musim ini.
Berdasarkan surat dari PSSI tertanggal Senin (2/2/2026), pemain asal Brazil tersebut dinyatakan tidak memenuhi syarat untuk tampil di BRI Super League 2025/26.
Suporter Meradang: "Targetmu Apa, Sis?"
Kebijakan manajemen ini langsung diserbu komentar negatif oleh suporter di akun Instagram resmi @persisofficial.
Banyak yang mempertanyakan visi klub setelah melepas pemain paling berpengaruh di lapangan.
"Target mu op jane sis persis (targetmu sebenarnya apa sis persis)?" tulis salah satu netizen.
"Top skorer mu iki loo sis..malah mbuk loan pie (Top skorer mu ini Sis, malah di loan)?" timpal suporter lainnya dengan nada kecewa.
Krisis Kepercayaan di Manahan
Manajemen Persis Solo nampaknya sedang melakukan total overhaul (rombak total).
Namun, membuang pemain yang sudah beradaptasi baik seperti duo Jepang demi pemain baru yang belum teruji—ditambah kegagalan mendaftarkan Clayton Silva—adalah manajemen risiko yang buruk.
Persis kini dalam posisi sulit: kehilangan striker tajam dan harus bergantung pada deretan pemain asing baru yang masih butuh waktu adaptasi.
Jika hasil di putaran kedua tidak membaik, maka tagar #ManajemenOut diprediksi akan bergema lebih keras di Stadion Manahan. (dam)
Editor : Damianus Bram