SOLOBALAPAN.COM, SOLO – Pelatih Persis Solo, Milomir Seslija, buka suara mengenai beban berat yang dipikulnya dalam menukangi Laskar Sambernyawa di putaran kedua BRI Super League 2025/2026.
Bukan hanya soal strategi di atas lapangan hijau, pelatih asal Bosnia ini menyoroti tingginya tekanan mental akibat ekspektasi publik yang dinilainya luar biasa besar.
Milo—sapaan akrabnya—bahkan tak ragu membandingkan atmosfer tekanan di Solo dengan liga-liga top dunia.
Menurutnya, tuntutan untuk meraih hasil instan di Persis Solo saat ini terasa lebih berat dibandingkan kompetisi di Benua Biru.
Lebih Berat dari Liga Inggris dan Spanyol
Perombakan skuad secara masif yang dilakukan manajemen pada bursa transfer paruh musim ternyata menjadi pisau bermata dua.
Baca Juga: Resmi ke Persis Solo! Dejan Tumbas Mewek Saat Kirim Pesan Pamit Haru untuk Bonek dan Persebaya
Di satu sisi menambah kekuatan, di sisi lain melambungkan harapan suporter setinggi langit untuk melihat perubahan instan.
"Seperti yang saya katakan, ekspektasi di sini lebih tinggi dari Liga Inggris atau pun Spanyol," tegas Milomir Seslija.
Pernyataan menohok ini didasari oleh realitas bahwa publik menuntut kemenangan segera setelah pemain baru datang.
Padahal, menurut Milo, membangun chemistry tim yang baru dirombak total membutuhkan proses yang tidak sebentar.
Tantangan Jadwal dan Adaptasi
Situasi semakin pelik bagi Milo karena para pemain anyar yang didatangkan harus langsung terjun ke medan perang tanpa waktu persiapan yang ideal.
Apesnya lagi, lawan yang dihadapi adalah tim-tim papan atas yang sudah mapan secara permainan.
Berikut adalah tantangan berat yang dijabarkan oleh Milomir Seslija:
-
Waktu Persiapan Minim: Pemain baru datang dengan waktu adaptasi yang sangat sempit sebelum pertandingan resmi.
-
Lawan Berat: Langsung dihadapkan dengan tim penghuni dua besar klasemen, yakni Borneo FC dan Persib Bandung.
-
Komparasi yang Tidak Adil: Publik kerap membandingkan Persis yang baru dirombak dengan tim mapan seperti Persib yang sudah dibangun bertahun-tahun.
Fokus pada Progres, Bukan Sulap
Meskipun dihimpit ekspektasi yang "tidak masuk akal" untuk perubahan instan, Milo menegaskan pendiriannya.
Ia tidak ingin terjebak dalam panik dan tetap fokus pada perkembangan permainan anak asuhnya step by step.
"Sekarang kita punya pemain baru, waktu persiapan setelah mereka datang kami harus melawan tim besar," ungkapnya.
Baginya, proses adaptasi pemain dan pembentukan karakter permainan menjadi pekerjaan rumah utama saat ini.
Milo meminta semua pihak untuk memahami bahwa tidak ada cara instan dalam sepak bola untuk menyatukan tim yang baru saja mengalami perombakan besar-besaran. (nik)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo