SOLOBALAPAN.COM, SOLO – Kekalahan tipis 0-1 yang diderita Persis Solo saat menjamu Borneo FC di Stadion Manahan, Jumat (23/1/2026), menyisakan cerita panas di luar lapangan.
Pelatih kepala Persis Solo, Milomir Seslija, meluapkan kekecewaannya terhadap kepemimpinan wasit Eko Saputra yang dinilai tidak adil dan banyak merugikan tim tuan rumah.
Laga yang disaksikan oleh 3.510 penonton tersebut berjalan dengan tensi tinggi.
Kekecewaan publik tuan rumah memuncak ketika gol penyeimbang yang dicetak oleh bek anyar, Dusan Mijic, dianulir oleh wasit karena dianggap offside.
Tak hanya itu, Milo—sapaan akrab sang pelatih—kerap terlihat emosional di pinggir lapangan menyaksikan sejumlah pelanggaran pemain lawan yang luput dari peringatan kartu.
Sindiran Keras: Rindu Wasit Asing
Dalam konferensi pers pasca-laga, Milo tidak menahan kritiknya.
Ia secara terbuka membandingkan kualitas wasit lokal dengan wasit asing, khususnya wasit asal Jepang yang pernah bertugas di Liga 1.
Menurutnya, kepemimpinan wasit asing jauh lebih tegas, adil, dan konsisten dalam mengambil keputusan krusial.
Milo bahkan melontarkan pernyataan menohok sebagai bentuk protes kerasnya terhadap kualitas pengadil lapangan sore itu:
-
Pernyataan Keras: "Saya lebih memilih bertanding dipimpin wasit asing, bahkan ketika saya kalah 5-0, saya lebih memilih wasit asing."
-
Alasan: Wasit asing (Jepang) dinilai jauh lebih baik dalam menjaga integritas pertandingan.
-
Keluhan: Wasit lokal dinilai tidak konsisten, di mana pelanggaran untuk lawan sering diabaikan, namun sebaliknya bagi Persis.
Statistik Pelanggaran yang Mencolok
Klaim Milo mengenai ketidakadilan wasit seolah terkonfirmasi jika melihat statistik pertandingan yang cukup timpang dalam hal keputusan pelanggaran.
Persis Solo tercatat jauh lebih sering meniup peluit pelanggaran dibandingkan tim tamu.
Berikut adalah data statistik pelanggaran dalam laga Persis Solo vs Borneo FC:
-
Persis Solo: 15 kali pelanggaran.
-
Borneo FC: 9 kali pelanggaran.
-
Skor Akhir: 0-1 untuk kemenangan Borneo FC.
"Saya tidak ingin terlalu membicarakan tentang wasitnya, tapi hari ini banyak pelanggaran untuk mereka, tapi tidak untuk kami," ucap pelatih berusia 61 tahun tersebut dengan nada geram.
PR Besar di Tengah Krisis Poin
Terlepas dari kontroversi wasit, hasil minor ini semakin membenamkan Laskar Sambernyawa di papan bawah klasemen sementara BRI Super League 2025/2026.
Kekalahan ini memperpanjang tren negatif tim yang seharusnya bangkit di putaran kedua.
Kini, pekerjaan rumah Persis Solo semakin menumpuk. Selain harus membenahi mentalitas pemain yang terganggu akibat keputusan kontroversial, tim pelatih juga dituntut mempertajam lini serang yang masih tumpul.
Publik Solo berharap evaluasi menyeluruh segera dilakukan agar permainan apik di lapangan bisa dikonversi menjadi poin kemenangan, bukan sekadar drama protes terhadap wasit. (hj/did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo