SOLOBALAPAN.COM, SOLO – Persis Solo memulai kampanye putaran kedua BRI Super League 2025/2026 dengan hasil yang kurang memuaskan.
Menjamu pemuncak klasemen Borneo FC di Stadion Manahan, Solo, pada Jumat (23/1/2026), Laskar Sambernyawa harus mengakui keunggulan tim tamu dengan skor tipis 0-1.
Meski menelan kekalahan, laga ini menandai dimulainya era baru bagi skuad kebanggaan Kota Bengawan.
Perombakan besar-besaran terlihat nyata dengan debutnya enam pemain anyar sekaligus, serta menghilangnya wajah-wajah lama yang selama ini menghiasi starting line-up.
Kehadiran pemilik klub, Kaesang Pangarep, yang duduk di tribun VIP bersama sang ayah, Presiden RI ke-7 Joko Widodo, belum cukup memberikan tuah kemenangan bagi tuan rumah.
Cuci Gudang Pemain Asing dan Debut Wajah Baru
Sorotan utama dalam pertandingan ini bukan hanya pada skor akhir, melainkan pada komposisi pemain yang diturunkan.
Sinyal "cuci gudang" pemain asing semakin menguat setelah tujuh nama legiun asing lama tidak masuk dalam Daftar Susunan Pemain (DSP), bahkan tidak terlihat dalam sesi latihan terakhir.
Hanya Sho Yamamoto dan Kodai Tanaka yang tersisa dari skuad asing lama.
Sementara itu, nama-nama seperti Xandro Schenk, Cleylton Santos, Jordy Tutuarima, Fuad Sule, Adriano Castanheira, Zulfahmi Arifin, hingga Gervane Kastaneer seolah menghilang tanpa jejak.
Sebagai gantinya, pelatih Milomir Seslija langsung memberikan kepercayaan kepada para rekrutan anyar untuk unjuk gigi:
-
Vukasin Vranes (Serbia): Langsung dipercaya mengawal gawang sebagai starter.
-
Dusan Mijic (Serbia): Mengisi pos jantung pertahanan.
-
Miroslav Maricic (Serbia): Menjadi motor serangan di sektor gelandang.
-
Alfriyanto Nico: Pemain pinjaman dari Persija yang langsung tampil sejak menit awal.
-
Yabes Roni & Kadek Raditya: Masuk sebagai pemain pengganti di babak kedua untuk menambah daya gedor dan stabilitas.
Drama VAR dan Gol Tunggal Mariano Peralta
Jalannya pertandingan berlangsung dengan tensi tinggi.
Persis Solo yang tampil dengan wajah baru sebenarnya sempat memberikan perlawanan sengit dan bahkan mencetak gol lebih dulu, namun keberuntungan belum berpihak.
Berikut adalah momen-momen krusial yang mewarnai laga panas di Manahan:
-
Menit ke-9 (Gol Dianulir): Persis sempat bersorak ketika sundulan Dusan Mijic hasil tendangan bebas Miroslav Maricic merobek jala Borneo. Namun, VAR mengintervensi dan menganulir gol tersebut karena posisi offside.
-
Menit ke-14 (Gol Borneo FC): Borneo FC justru mencuri gol lewat sepakan keras Mariano Peralta dari luar kotak penalti yang gagal dihalau Vukasin Vranes. Skor 0-1 bertahan hingga laga usai.
-
Menit ke-43: Peluang emas kembali didapat Persis lewat tendangan bebas Maricic yang ditepis Nadeo Argawinata, namun bola rebound gagal dimanfaatkan.
-
Babak Kedua: Persis mendominasi serangan, namun penyelesaian akhir yang kurang tenang membuat skor tidak berubah.
Tertahan di Zona Merah, Milo Tetap Optimis
Kekalahan ini membuat posisi Persis Solo semakin terjepit.
Laskar Sambernyawa masih tertahan di zona degradasi dengan koleksi hanya 10 poin, hasil dari dua kemenangan, empat kali imbang, dan 12 kekalahan.
Sebaliknya, Borneo FC semakin kokoh di papan atas dengan raihan 40 poin.
Kendati demikian, Pelatih Milomir Seslija tetap melihat sisi positif dari penampilan anak asuhnya, terutama para pemain baru yang dinilai cukup menjanjikan.
"Sebenarnya pemain kami bermain bagus, bahkan di babak kedua lawan tak bisa sampai shots on goal. Tapi memang masih banyak yang perlu dibenahi.
Semoga pemain baru lagi nantinya bisa membawa perubahan buat tim," ujar pelatih yang akrab disapa Milo tersebut.
Tantangan berat kini menanti Milo untuk segera meramu skuad anyarnya agar segera keluar dari jeratan degradasi. (hj/did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo