SOLOBALAPAN.COM – Aroma Persebaya Surabaya di tubuh Persis Solo diprediksi bakal semakin pekat pada putaran kedua Super League 2025/2026.
Setelah sukses mengamankan jasa Kadek Raditya, Laskar Sambernyawa kini dilaporkan tengah berupaya mendatangkan penyerang asal Serbia, Dejan Tumbas, ke Kota Bengawan.
Status Tumbas yang baru saja dilepas secara mengejutkan oleh Green Force menjadi peluang emas bagi manajemen Persis untuk memperkuat lini serang secara gratis.
Langkah ini semakin mempertegas predikat Persis Solo sebagai "rumah baru" bagi para alumni Green Force, menyusul bergabungnya Sho Yamamoto dan Kadek Raditya sebelumnya.
Eksodus Pemain Bintang dari Kota Pahlawan
Langkah besar diambil Persebaya di bawah arahan Bernardo Tavares. Pelatih asal Portugal itu resmi mencoret enam pemain pilar, termasuk Dejan Tumbas dan Kadek Raditya, demi merombak komposisi tim.
Keputusan ini melepaskan aset senilai Rp18,68 miliar ke bursa transfer bebas.
"Kami butuh keseimbangan antara pemain cepat dan kuat dalam duel udara. Kami ingin ruang ganti semakin kuat dan tim menjadi lebih baik," tegas Bernardo Tavares mengenai evaluasi timnya.
Dejan Tumbas: Target Gratisan Berkualitas
Ketertarikan Persis Solo terhadap Dejan Tumbas pertama kali mencuat melalui unggahan akun seputar sepak bola nasional, @bolasidoel, pada Kamis (22/1/2026).
Mengingat Tumbas kini berstatus free agent dengan nilai pasar mencapai Rp3,48 miliar, Persis hanya perlu menegosiasikan kontrak pribadi tanpa biaya transfer sepeser pun.
Kehadiran Tumbas diproyeksikan akan melengkapi kuota pemain asing asal Serbia di Persis Solo, sekaligus menyusul jejak mantan rekan setimnya di Persebaya, Sho Yamamoto dan Kadek Raditya, yang sudah lebih dulu merapat.
Proyek 'Persis-Baya' Semakin Nyata
Manuver manajemen Laskar Sambernyawa tidak berhenti pada Tumbas. Selain Kadek yang resmi diperkenalkan pada Rabu (21/1/2026), nama-nama besar eks Green Force lainnya seperti Irfan Jaya dan Alta Ballah juga dikabarkan masuk dalam daftar pantauan.
Strategi merekrut pemain "alumni" Surabaya ini dinilai sangat cerdas. Selain karena kualitas individu yang sudah teruji di liga lokal, chemistry antar pemain diharapkan bisa lebih cepat terbentuk untuk mengangkat posisi Persis Solo dari papan bawah klasemen. (dam)