SOLOBALAPAN.COM, SOLO – Kabar kurang sedap datang dari sesi latihan Persis Solo.
Bek senior Laskar Sambernyawa, Rian Miziar, mengalami cedera serius akibat benturan keras yang tak terelakkan.
Insiden ini tidak hanya menyisakan rasa sakit fisik, tetapi juga dikhawatirkan meninggalkan trauma psikologis.
Dokter tim Persis Solo, dr. Iwan, mengungkapkan bahwa dampak mental dari kejadian ini dirasakan oleh dua pihak: Rian sebagai korban dan rekan setim yang tidak sengaja berbenturan dengannya.
"Cedera jelas memengaruhi performa, terutama secara mental. Baik Rian maupun pemain yang bertubrukan sama-sama tidak dalam posisi salah.
Namun, soal trauma itu sangat bergantung pada kesiapan pemain saat kembali nanti," jelas dr. Iwan.
Senioritas Jadi Kunci Pemulihan
Meskipun risiko trauma membayangi, manajemen Persis Solo memutuskan untuk tidak memberikan pendampingan psikologis formal.
Rian Miziar dinilai memiliki kematangan mental sebagai pemain paling senior di skuad untuk mengatasi situasi ini.
Dukungan moral dari manajemen dan rekan setim dianggap sudah cukup untuk memotivasi sang bek.
Berikut adalah ringkasan fakta medis dan estimasi pemulihan Rian Miziar:
Fakta Cedera & Kondisi Mental Rian Miziar
-
Penyebab: Benturan keras (insiden murni latihan, tanpa unsur kesengajaan).
-
Estimasi Absen: Secara teori medis membutuhkan waktu 1 hingga 2 bulan untuk kembali berlatih.
-
Dampak Psikologis: Potensi trauma pasca-benturan bagi Rian dan pemain lawan tubrukannya.
-
Penanganan: Operasi (sudah dilakukan) dan dukungan moral tim (tanpa psikolog khusus).
Manajemen berharap proses pemulihan berjalan lancar sehingga Rian bisa kembali merumput tanpa beban trauma yang berlebihan. (did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo