SOLOBALAPAN.COM, SOLO – Situasi darurat tengah melanda Persis Solo.
Terjerembab di zona degradasi dengan hanya mengantongi 10 poin dari 17 laga, manajemen Laskar Sambernyawa dipaksa bergerak cepat pada bursa transfer paruh musim yang telah dibuka sejak 10 Januari 2026.
Tekanan publik kian menguat. Presiden DPP Pasoepati, Arif Djodi Purnomo, mengungkapkan bahwa pihaknya telah bertemu langsung dengan pemilik klub, Kaesang Pangarep, untuk menyampaikan tuntutan suporter.
Pasoepati mendesak adanya perombakan menyeluruh, tidak hanya di sektor pemain, tetapi juga internal manajemen.
"Kami merasa pemain tidak bisa menyuguhkan pertandingan yang enak dilihat. Banyak yang terlihat tidak kompeten. Kalau ada perombakan, kami sangat berkenan, dan semoga perekrutannya tidak lagi asal-asalan," tegas Djodi.
Prioritaskan "Local Pride" Soloraya
Menyoroti minimnya kontribusi pemain asing di putaran pertama, Pasoepati menyarankan manajemen untuk mengubah haluan.
Djodi berharap Persis lebih memprioritaskan talenta muda dari akademi dan putra daerah Soloraya yang dinilai memiliki semangat juang lebih tinggi dengan biaya yang lebih efisien.
"Produk lokal tidak kalah dengan produk asing. Kami berharap Persis bisa menggandeng talenta-talenta muda asli Soloraya," imbuhnya.
Rumor Bintang Berdatangan
Di tengah desakan evaluasi, rumor transfer pun berhembus kencang.
Manajemen Persis dikabarkan tengah membidik sejumlah nama besar di Liga 1 untuk mendongkrak performa tim secara instan.
Meski manajemen masih bungkam, berikut adalah daftar nama yang santer dikaitkan dengan Laskar Sambernyawa:
Daftar Pemain dalam Radar Persis Solo
-
Stefano Lilipaly (Gelandang Serang/Sayap) - Borneo FC
-
Febri Hariyadi (Sayap Kanan) - Persib Bandung
-
Terens Puhiri (Sayap Kanan) - Borneo FC
-
Nilson Junior (Bek Tengah) - Asing
-
Marin Ljubic (Kiper) - Asing
Manajemen Persis sendiri dalam pernyataan resminya berjanji akan melakukan segala upaya untuk bangkit di sisa laga.
"Tersemat segenap harap agar klub dan semua elemen bisa saling beriringan demi taji Sambernyawa, sekaligus bersatu melawan kemustahilan," tulis pernyataan tersebut. (did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo