SOLOBALAPAN.COM, SOLO – Alarm bahaya yang berbunyi kencang di tubuh Persis Solo memaksa manajemen bergerak cepat.
Terpuruk di peringkat ke-16 klasemen sementara Super League 2025/2026 dengan hanya 10 poin, Laskar Sambernyawa mendatangkan sosok berpengalaman, Yahya Alkatiri, guna melakukan operasi penyelamatan di putaran kedua.
Kehadiran Yahya sudah terendus publik saat ia hadir dalam pertemuan tertutup antara manajemen, pemilik klub, dan suporter pekan lalu.
Meski jabatannya belum diumumkan secara resmi—apakah sebagai Direktur Olahraga atau Manajer Tim menggantikan Lalu Dion—Direktur Utama Persis Solo, Ginda Ferachtriawan, memastikan pengumuman akan dilakukan dalam waktu dekat.
"Terkait kejelasan posisi sebagai apa, akan segera kami sampaikan. Mestinya dalam minggu-minggu ini," ujar Ginda.
Dikenal Sebagai 'Silent Operator'
Masuknya Yahya membawa angin segar dan harapan baru.
Pria yang dikenal dengan gaya kerja senyap (silent operator) namun efektif ini memiliki rekam jejak mentereng dalam manajerial klub.
Ia tak segan melakukan perombakan skuad demi mendongkrak performa tim, sebuah langkah yang kini sangat dibutuhkan Persis Solo.
Di hadapan suporter, Yahya bahkan telah membocorkan rencananya untuk berkoordinasi dengan pelatih Milomir Seslija guna mendatangkan amunisi baru dan melepas pemain yang minim kontribusi.
Bukti awal gebrakannya adalah mendaratnya Alfriyanto Nico dari Persija Jakarta.
Untuk mengetahui seberapa mumpuni sosok yang akan menahkodai dapur pacu Laskar Sambernyawa ini, berikut adalah profil singkatnya:
Profil & Rekam Jejak Yahya Alkatiri
-
Nama: Yahya Alkatiri
-
Spesialisasi: Manajerial Tim & Pembinaan Usia Muda
-
Gaya Kerja: Silent Operator (Bekerja senyap di balik layar)
-
Karier Manajerial:
-
Persebaya Elite Pro Academy (EPA): Mengelola U-16, U-18, hingga U-20. Sukses membawa Persebaya U-20 Juara Nasional (2019).
-
Persik Kediri (Liga 1 2021/2022): Menjabat sebagai Manajer Tim dan sukses menjaga Macan Putih tetap bertahan di kasta tertinggi saat situasi sulit.
-
Persebaya Surabaya (2022-2024): Manajer Tim Senior, mengurus operasional tim di Liga 1.
-
-
Misi di Persis Solo: Menyelamatkan tim dari degradasi Super League 2025/2026.
Kombinasi tangan dingin Yahya Alkatiri dalam meracik komposisi tim dan strategi transfer agresif diharapkan mampu menjadi game changer bagi Persis Solo.
Publik Kota Bengawan kini menanti "sihir" manajemen baru ini untuk mengangkat Laskar Sambernyawa dari dasar klasemen di sisa musim kompetisi. (hj/did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo