Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo

Hasil Pertemuan Tertutup Persis Solo: Manajemen Pasrah Diamuk Suporter, 15 Pemain Siap Didepak Paruh Musim!

Niko Auglandy • Senin, 12 Januari 2026 | 20:27 WIB
Suporter Persis Solo menyalakan flare usai tim kebanggaan mereka di tekuk Persita 3-0
Suporter Persis Solo menyalakan flare usai tim kebanggaan mereka di tekuk Persita 3-0

SOLOBALAPAN.COM, SOLO – Suasana panas menyelimuti pertemuan tertutup antara manajemen Persis Solo, pemilik klub Kaesang Pangarep, dan elemen suporter (Pasoepati, Surakartans, Ultras 1923) pada Jumat (9/1/2026).

Pertemuan ini digelar sebagai respon atas performa Laskar Sambernyawa yang terjun bebas di klasemen Super League 2025/2026.

Dalam forum tersebut, perwakilan suporter meluapkan kritik pedas. Sekretaris Jenderal DPP Pasoepati, M. Isnaini, menilai manajemen gagal total dalam merancang tim yang kompetitif.

Permainan tanpa visi, mental bertanding yang lemah, hingga kegagalan rekrutmen pemain menjadi sorotan utama yang dianggap mencederai harga diri klub kebanggaan Wong Solo.

Kaesang Minta Maaf dan Siap Berbenah

Menanggapi hujan kritik tersebut, Kaesang Pangarep secara jantan menyampaikan permohonan maaf.

Ia mengakui bahwa kesibukan aktivitas politiknya di Jakarta membuat kontrol terhadap manajemen menjadi lemah.

"Saya tidak mungkin ingin Persis degradasi. Saya sudah mengeluarkan uang banyak. Tapi saya tanya jujur, apakah teman-teman masih ingin saya pegang kendali?" tanya Kaesang.

Pertanyaan itu dijawab oleh Presiden DPP Pasoepati, Jodi, yang menegaskan bahwa mayoritas suporter masih mempercayai putra bungsu Jokowi tersebut, asalkan ada perbaikan nyata.

Rencana Cuci Gudang Pemain

Sebagai langkah konkret penyelamatan atau *emergency plan*, manajemen Persis Solo berencana melakukan perombakan besar-besaran di bursa transfer paruh musim.

Yahya Alkatiri, perwakilan manajemen, membocorkan rencana "cuci gudang" skuad.

"Kegagalan analisis menjadi salah satu penyebab. Kami berencana melepas sekitar 15 pemain dan saat ini sudah menjalin negosiasi dengan tujuh pemain asing baru," ungkap Yahya.

Pertemuan ini menghasilkan kesepakatan bahwa bertahan di kasta tertinggi adalah "Harga Mati".

Kaesang berjanji akan menunjuk penghubung khusus agar laporan masalah bisa langsung ia terima tanpa birokrasi berbelit.

Kini, bola ada di tangan manajemen untuk membuktikan janji revolusi skuad tersebut demi menyelamatkan Persis Solo dari jurang degradasi. (did)

Editor : Didi Agung Eko Purnomo
#pertemuan #suporter #manajemen #persis solo