SOLOBALAPAN.COM - Awan mendung kembali menyelimuti Stadion Manahan, Solo.
Tuan rumah Persis Solo harus kembali menelan pil pahit usai dipermalukan tamunya, Persita Tangerang, dengan skor menyakitkan 1-3 dalam lanjutan BRI Super League 2025/2026, Minggu (4/1).
Kekalahan beruntun ini membuat Laskar Sambernyawa kian terbenam di dasar klasemen alias juru kunci dengan hanya mengoleksi 7 poin.
Sementara itu, Pendekar Cisadane merangsek naik ke posisi lima besar.
Babak Pertama: Mimpi Buruk Tuan Rumah
Bermain di hadapan ribuan pendukungnya, pertahanan Persis Solo justru rapuh sejak menit awal.
Laga baru berjalan lima menit, gawang Gianluca Pandeynuwu sudah bobol lewat sundulan cerdik Matheus Alves.
Alih-alih bangkit, Persis justru makin tertekan. Aleksa Andrejic menjadi mimpi buruk tuan rumah lewat brace (dua gol) yang dicetaknya pada menit ke-14 dan 41.
Skor telak 0-3 menutup babak pertama, membuat publik Manahan terdiam.
Sempat ada harapan saat Kodai Tanaka mencetak gol di menit ke-28, namun dianulir wasit Mustafa Kamal setelah meninjau VAR karena offside.
Drama Flare dan Gol Hiburan
Di babak kedua, Persis mencoba bangkit. Gol hiburan akhirnya lahir di menit ke-62 lewat Gervane Kastaneer.
Bermula dari penalti yang sempat ditepis kiper Igor Rodrigues, bola rebound langsung disambar Kastaneer menjadi gol.
Tensi laga sempat memanas jelang bubaran. Pada menit ke-85, pertandingan sempat dihentikan wasit selama lima menit lantaran oknum suporter menyalakan flare (suar) di tribun, meluapkan kekecewaan atas performa tim kebanggaannya.
Hingga peluit panjang berbunyi, skor 1-3 tak berubah. Hasil ini menjadi "alarm bahaya" bagi manajemen Persis Solo untuk segera berbenah jika tak ingin terdegradasi. (did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo