SOLOBALAPAN.COM - Misi mencuri poin di kandang Macan Putih gagal total.
Persis Solo harus mengakui keunggulan tuan rumah Persik Kediri dengan skor 1-2 dalam laga tunda pekan ke-8 BRI Super League 2025/2026 di Stadion Brawijaya, Sabtu (27/12/2025) sore.
Kekalahan ini menyisakan pekerjaan rumah besar bagi Laskar Sambernyawa.
Gol telat dari bek asing Xandro Schenk di masa injury time (90+3') tak cukup menutupi rapuhnya performa tim yang sudah tertinggal dua gol di babak pertama lewat penalti Ezra Walian (20') dan sambaran rebound J. Enrique Rodriguez (45+1').
Milo: "Setelah Penalti, Kami Hilang Arah"
Pelatih Kepala Persis Solo, Milomir Seslija, tak bisa menyembunyikan kekecewaannya.
Arsitek yang akrab disapa Milo itu menilai timnya sebenarnya memulai laga dengan solid, namun mental pemain seketika runtuh usai hukuman penalti.
“Kita memulai laga dengan bagus bahkan menciptakan peluang. Tapi setelah penalti, kami tidak bisa bereaksi. Sekali lagi kami membuat kesalahan lagi dan kurang kompak,” ujar Milo dengan nada kecewa usai laga.
Masalah Klasik: 'Decision Making' dan Umpan Buruk
Di babak kedua, Milo menilai timnya mampu mengambil alih kendali permainan.
Sayangnya, dominasi penguasaan bola itu sia-sia karena buruknya penyelesaian akhir dan pengambilan keputusan di sepertiga akhir lapangan.
“Kita mampu mengontrol pertandingan lagi, tapi aspek seperti passing, crossing, dan kontrol harus diperbaiki. Pemain harus berani mengambil keputusan sehingga kita tidak terlambat mencetak gol,” jelas pelatih asal Bosnia tersebut.
Kode Keras: Butuh Pemain Baru!
Sadar timnya sulit bersaing dengan skuad yang ada, Milo secara terbuka meminta manajemen untuk mendatangkan pemain anyar di bursa transfer paruh musim.
“Kami akan terus maju... Dan kita harus menambah amunisi baru baik lokal dan asing serta memperkuat performa tiap pemain,” tegasnya.
Sementara itu, gelandang Sutanto Tan mewakili rekan-rekannya menyampaikan permintaan maaf terbuka kepada para suporter.
"Kita kalah hari ini dan ke depan kita akan selalu berusaha untuk menang," janjinya. (did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo