Footy Rankings Sebut Persis Solo Berpeluang 78 Persen Degradasi ke Liga 2, Coach Milo Tetap Pede Bertahan
Didi Agung Eko Purnomo• Kamis, 25 Desember 2025 | 03:43 WIB
Skuad Persis Solo Musim 2025-2026.
SOLOBALAPAN.COM, SOLO – Lampu kuning menyala terang di tubuh Persis Solo. Usai rampungnya pekan ke-15 Super League 2025/2026, posisi Laskar Sambernyawa di papan klasemen kian terjepit.
Kekalahan telak 1-5 dari Dewa United pada debut pelatih anyar Milomir Seslija, Sabtu (20/12/2025), membuat prediksi nasib Persis Solo semakin suram.
Berdasarkan analisis terbaru akun statistik sepak bola, Footy Rankings, Persis Solo disebut sebagai salah satu kandidat terkuat untuk terdegradasi musim ini.
Prediksi Ngeri: Peluang Turun Kasta 78 Persen
Footy Rankings merilis data yang cukup menampar suporter Laskar Sambernyawa.
Dalam analisisnya di media sosial X, Persis Solo disebut memiliki peluang degradasi sebesar 78 persen.
Angka ini hanya "kalah" dari tim tetangga, Persijap Jepara, yang diprediksi memiliki peluang degradasi sebesar 82 persen usai rentetan hasil buruk, meski baru saja menahan imbang PSIM Jogja 1-1 bersama pelatih baru mereka, Divaldo Alves.
Situasi makin pelik karena pesaing di papan bawah, Semen Padang, justru membuat kejutan.
Tim berjuluk Kabau Sirah itu sukses mencuri kemenangan kontroversial 1-0 atas Persija Jakarta yang bermain dengan 9 orang.
“Kemenangan Semen Padang atas Persija menjadi kejutan terbesar, mereka menambah peluang selamat menjadi 22 persen,” tulis Footy Rankings.
Sementara itu, PSBS Biak juga kian terpuruk usai kalah 0-3 dari Bali United di tengah kekacauan manajemen terkait kursi pelatih kepala.
Debut Pahit Milo: "Ada Hal yang Tak Boleh Terjadi"
Debut comeback Milomir Seslija di sepak bola Indonesia berakhir tragis.
Melawat ke kandang Dewa United, Persis digelontor 5 gol, termasuk dua gol bunuh diri dari Kodai Tanaka dan Zanadin Fariz.
Meski demikian, pelatih yang akrab disapa Milo ini menolak lempar handuk.
Ia melihat timnya sempat memulai laga dengan baik sebelum kesalahan-kesalahan elementer menghancurkan mental pemain.
“Saya rasa kami memulai pertandingan dengan sangat baik... Lalu ada hal-hal yang tidak boleh terjadi dalam sepak bola. Ini sangat sulit, tetapi kami harus memperbaiki banyak hal dan tetap bersatu,” ujar Milo tegas.
Pelatih asal Bosnia ini menyoroti tiga aspek krusial yang wajib dibenahi jelang laga sisa: keberanian duel, akurasi umpan, dan kemampuan memenangkan bola kedua (second ball).
“Kami akan memperbaiki ini semua,” janjinya.
Kini, tugas berat menanti Milo untuk membalikkan prediksi statistik 78 persen tersebut menjadi sebuah keajaiban lolos dari lubang jarum degradasi. (did)